Breaking News:

Kapan Harus Berhenti Diet Keto?

Banyak orang melaporkan mengalami mual dan muntah, sebagian juga merasakaan pusing dan lemah beberapa saat setelah memulai keto.

Freepik
(ilustrasi) Diet Keto 

BANGKAPOS.COM - Diet keto menjadi salah satu pola makan yang paling populer di dunia.

Pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini memiliki banyak pengikut karena dianggap mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Keberhasilan diet ketogenik sebetulnya bergantung pada penyesuaian metabolisme tubuh kita dengan konsumsi makronutrien dalam jumlah tertentu.

Mendapatkan asupan kalori dari 75 persen lemak, 20 persen protein, dan hanya 5 persen karbohidrat akan memaksa tubuh memasuki kondisi metabolisme yang disebut ketosis, di mana lemak akan dibakar untuk bahan bakar.

Meski diet keto dianggap tidak menyiksa, tetapi diet keto tidak untuk semua orang.

Faktanya, mengubah asupan gizi makro secara drastis dapat mengakibatkan beberapa efek samping.

Banyak ahli kesehatan juga telah mengingatkan bahwa keto bukanlah solusi jangka panjang yang sehat untuk menurunkan berat badan.

Tetapi, bagaimana kita mengetahui bahwa diet keto yang dijalankan tidak cocok dengan tubuh kita?

Kapan kita tahu harus berhenti?

1. Mual atau muntah

Halaman
1234
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved