Breaking News:

Marbot Bacok Ketua Masjid Hingga Tewas, Awalnya Ancaman Hukuman 7 Tahun Berubah Menjadi Seumur Hidup

Pelaku penganiayaan imam masjid hingga meninggal dunia di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terancam hukuman seumur hidup.

istimewa
Pelaku pembacokan M Arif, ketua imam Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, OKI. 

BANGKAPOS.COM, KAYUAGUNG - Pelaku penganiayaan ketua masjid hingga meninggal dunia di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dijerat pasal berlapis.

Pelaku yang bertugas sebagai seorang marbot masjid terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup.

Tersangka sehari-hari kenal baik dengan korban, dijerat menggunakan pasal berlapis.

"Pasal yang sebelumnya kita berikan yakni 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia, dengan hukuman 7 tahun penjara."

"Telah berubah menjadi pasal berlapis, antara lain pasal 340 ayat 1 dan 355 ayat 2 yang berisikan penganiayaan dengan direncanakan lebih dahulu."

"Atas perbuatannya ancaman hukuman maksimal seumur hidup," kata Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy ketika ditemui ruangannya, Selasa (15/9/2020) sore.

Fakta Terbaru Sosok Penusuk Syekh Ali Jaber, Sudah Lama Tak Terlihat hingga Belum Pernah Masuk RSJ

Kisah Trik & Strategi Mata-mata China Pakai Diplomasi Ranjang Hingga Berhasil Tembus Gedung Putih

Hanya di Negara Ini Pemerintah Melarang Penduduknya Jatuh Miskin, Semua Layanan Kesehatan Gratis

M Arif (59) Ketua Masjid Nurul Iman di Kelurahan tanjung Rancing, Kayuagung, OKI, Mahmudin (50), meninggal dunia setelah dianiaya Mahmudin (50).

Arif mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit dua hari pasca kejadian.

Pelaku pembacokan M Arif, ketua imam Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, OKI.
Pelaku pembacokan M Arif, ketua imam Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, OKI. (istimewa)

Diterangkan Kapolres, kepolisian menetapkan pasal berlapis, lantaran setelah pelaku di interogasi dan mengambil keterangan saksi-saksi.

"Dari hasil penyelidikan didapatkan kesimpulan jika pelaku sebelum melakukan penganiayaan, telah terlebih dahulu merencanakan," terangnya.

Halaman
123
Berita Populer
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved