Breaking News:

Horizzon

Molen dan Swiss-Bel

Kita sengaja melabeli kebijakan Molen ini dengan kata `berani' sebab langkah Molen ini bukannya tanpa risiko.

Molen dan Swiss-Bel
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pimred BANGKA POS GROUP

BERANI. Setelah memilih beberapa alternatif, kata `berani' adalah pilihan yang tepat untuk menarasikan langkah yang diambil oleh Wali Kota Pangkalpinang, H Maulan Aklil atau yang akrab kita sapa dengan Bang Molen. Dan Swiss-Belhotel mau tidak mau harus kita libatkan untuk mengupas kebijakan `berani' Molen kali ini.

Kita tahu, Molen bakal menggelar hajatan memperingati hari jadi ke-263 Kota Pangkalpinang yang kebetulan akan digelar secara `normal' di Ballroom Swiss-Belhotel Kamis (17/9/2020) malam. Ya meski ini bukan yang pertama kali Molen menggelar acara tidak secara daring, namun perhelatan peringatan hari jadi ke-263 Kota Pangkalpinang ini boleh kita maknai sebagai declare sikap Molen untuk menyikapi Covid-19.

Kita sengaja melabeli kebijakan Molen ini dengan kata `berani' sebab langkah Molen ini bukannya tanpa risiko. Banyak risiko yang bakal dituai Molen dengan langkahnya tersebut. Satu risiko yang bakal diterima Molen adalah hujatan yang akan diterima di sosial media.

Kita bisa tebak dengan mudah, Molen akan dituduh mengabaikan protokol kesehatan, menabrak aturan dan mengambil risiko berlebihan dengan menggelar acara di hotel. Sangat mungkin, kebijakan Molen ini bakal dijadikan panggung gratis bagi `lawan politik' untuk menyerang kepala pelayan Kota Pangkalpinang ini.

Langkah Molen ini akan makin menjadi sasaran empuk bersamaan dengan kebijakan Pemprov DKI yang justru menaikkan eskalasi pengetatan lantaran munculnya penambahan kasus yang dinilai mengkhawatirkan.

Artinya, bagi orang yang tidak suka dengan Molen, mengaitkan kebijakan Molen dengan kebijakan Anies sudah cukup untuk menarasikan bahwa langkah yang diambil oleh Molen adalah langkah yang keliru bin nekat.

Namun Molen tentu sudah berhitung. Kita justru melihat bahwa keputusannya menggelar HUT Kota Pangkalpinang di Swiss-Belhotel mengandung pesan kuat bagaimana Pangkalpinang harus segera bangkit. Sebagai kepala pelayan kota, Molen mengajak warganya untuk segera bangkit atas keterpurukan ekonomi akibat pandemi yang tidak satu pun orang tahu kapan ini akan berakhir.

Molen bahkan tidak ingin memosisikan warganya sebagai anak kecil lagi. Ini tercermin dari undangan hari jadi ke-263 Pangkalpinang yang disebar, di dalamnya tidak sedikit pun menampilkan catatan atau pesan agar yang hadir harus memakai masker atau menerapkan protokol kesehatan. Ini harus dimaknai bahwa Molen menganggap bahwa warganya atau setidaknya pihak yang diundang di acara tersebut sudah paham terhadap protokol kesehatan.

Lalu kenapa Swiss-Bel? Perlu dipertegas bahwa pemilihan Swiss-Bel sebagai tempat perhelatan peringatan hari jadi ke-263 Pangkalpinang adalah kayuh bersambut dengan pesan kuat yang ingin disampaikan Molen. Swiss-Bel adalah satu-satunya hotel di Pangkalpinang, bahkan di Bangka Belitung yang menjadi simbol kebangkitan di era pandemi Covid-19.

Kita semua tahu, ketika semua sendi ekonomi rontok, semua hotel memutuskan menghentikan operasionalnya, Swiss-Bel tetap beroperasi. Swiss-Bel seakan memberikan sinyal kepada dunia bahwa mereka tetap siap melayani tamu meski semua sedang mengalami situasi yang paling sulit. Swiss-Belhotel Pangkalpinang seperti ingin mengatakan kepada dunia bahwa Pangkalpinang tetap bergairah dan siap melayani investor. 

Swiss-Belhotel Pangkalpinang adalah simbol perlawanan sekaligus kebangkitan di era pandemi. Kita tahu bagaimana mereka melakukan segala upaya di saat yang paling sulit sekalipun. Pernah hanya empat kamar yang terisi tamu dan Swiss-Bel tetap beroperasi tanpa mengurangi layanan kepada tamu. Swiss-Bel seakan ingin mengatakan bahwa kita semua tidak boleh menyerah dengan keadaan.

Apakah itu artinya Swiss-Bel abai dengan protokol kesehatan? Tentu tidak. Swiss-Bel telah berhasil melewati masa-masa sulit dan selalu menjalankan protokol kesehatan dengan standar yang tinggi. Untuk itulah Molen tak perlu memberi catatan di undangan yang disebar, karena selain percaya yang diundang memiliki pemahaman utuh tentang protokol kesehatan, Molen juga paham bahwa Swiss-Bel memiliki standar yang baik soal ini.

Terakhir, pesan Molen untuk mengajak kota ini bangkit dari keterpurukan ekonomi di era pandemi dengan memilih Swiss-Bel sebagai tempatnya adalah kombinasi yang ciamik. Dirgahayu Pangkalpinang yang Makin Tersenyum. (*)

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved