Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

UPDATE Gedung Karantina Mulai Penuh, Pemprov Babel Siapkan Asrama Haji Tampung Pasien Covid-19

Pemerintah Provinsi juga kembali mempersiapkan gedung asrama haji untuk menampung para pasien terkonfirmasi Covid-19

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Akibat mulai melonjaknya kasus positif Covid-19 di Provinsi Babel beberapa hari terkait, mengakibatkan mulai penuhnya gedung karantina Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) yang biasa diisi untuk menampung pasien terkonfirmasi Covid-19.

Dengan kondisi tersebut, saat ini Pemerintah Provinsi juga kembali mempersiapkan gedung asrama haji untuk menampung para pasien terkonfirmasi Covid-19

Selain itu, Pemerintah Provinsi Babel berencana akan memungut bayaran kepada pasien yang dikarantina.

Tujuannya untuk meningkatkan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

"Ada peningkatan masyarakat terpapar Covid sekarang wisma BKPSDMD sudah penuh, sudah pinjam lagi asrama haji, ini terus meningkat kita harus paham, Babel ini perlu jadi perhatian terutama Kota Pangkalpinang karena kota ramai aktivitasnya padat," jelas Gubernur Babel Erzaldi Rosman, kepada Bangkapos.com, Rabu (16/9/2020).

Erzaldi  juga menyayangkan terkait disiplin masyarakat yang saat ini masih sangat rendah, sehingga memicu penyebaran Covid-19 kembali meningkat.

"Disiplin masyarakat kita sangat kurang, kita berencana merumuskan dirawat di wisma bayar. Karena APBD kita tergerus karena masyarakat tidak disiplin, kita harus bersama-sama untuk disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan yang rajin, saya yakin bila itu dilakukan kita akan kembali hijau," tegasnya.

Terpisah, Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD Babel, Aswind, menjelaskan untuk daya tampung gedung karantina BKPSDMD sebanyak 60 kamar tersedia untuk mengkarantina pasien terkonfirmasi Covid-19.

"Hingga kemarin siang kalau tidak salah ada 45 pasien baik yang positif dan suspek, suspek ini biasanya hasil rapid test reaktif,"ujarnya.

Aswind menjelaskan dengan kapasitas kamar yang tersedia hanya 60 kamar, apabila terjadi lonjakan maka akan kembali menggunakan asrama haji.

"Yang positif ada 23 orang selebihnya yang suspek, sementara ini, isolasi masih dilakukan di wisma karantina BKPSDMD masih ada 15 kamar yang tersisa. Sementara ini belum ke wisma haji, tapi kalau ada lonjakan pasien dan wisma BKPSDMD sudah full, akan disiapkan di wisma haji,"jelasnya

Hingga Selasa 15 September 2020 pukul 20.00 WIB, upadate data kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 284 orang, selesai isolasi 244 orang dan meninggal 3 orang. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved