Breaking News:

Bareskrim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Terbakarnya Gedung Kejagung, Listyo: Kami Usut Transparan

Hingga saat ini, Bareskrim Polri belum menetapkan satu pun tersangka di dalam kasus terbakarnya Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Jakarta pada...

Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo bersama Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus serta jajaran kepolisian melakukan konferensi pers terkait penangkapan tersangka penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019). Menurut Listyo Tadi malam tim teknis telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap Novel Baswedan, pelaku ada dua orang dengan inisial RM dan RB. (Tribunnews/Jeprima) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Hingga saat ini, Bareskrim Polri belum menetapkan satu pun tersangka di dalam kasus terbakarnya Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Jakarta pada Sabtu (22/8/2020) lalu, meskipun kasus tersebut telah naik ke tahapan penyidikan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya masih mencari tersangka yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Listyo pun berkomitmen akan memproses hukum siapapun yang terlibat kasus itu.

"Kami melakukan penyidikan, dan memeriksa potensial saksi, potensial suspek. Kami berkomitmen untuk tidak ragu-ragu memproses siapapun yang terlibat. Jadi saya harapkan tidak ada polemik lagi. Kami mengusut ini secara transparan," kata Listyo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Nantinya, penyidik juga telah menyiapkan pasal berlapis kepada pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Kasus Covid-19 Bertambah, Bakal Ada Tes Swab Langsung bagi Orang yang Pulang dari Luar Daerah

Anies Sebut Gelagat Tak Biasa dari Mendiang Sekda DKI Jakarta Saefullah Sebelum Meninggal

Dewi Perssik Tak Gengsi, Malah Jalin Hubungan Baik Hingga Beri Bantuan Materi untuk Saipul Jamil

Mereka dijerat Pasal 187 dan 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

"Dimana, Pasal 187 KUHP barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan hukuman maksimal 12 sampai 15 tahun bahkan seumur hidup kalau ada korban. Kemudian Pasal 188 KUHP, barang siapa dengan sengaja atau kealpaan hukuman maksimalnya 5 tahun," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri akhirnya mengungkap penyebab kebakaran hebat yang terjadi di gedung utama kejaksaan agung RI, Jakarta pada Sabtu (22/8/2020). Setelah hampir sebulan penyidikan, penyebab kebakaran itu pun akhirnya terungkap.

Kabareskrim Polri Komjen pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan sumber api bukan berasal dari hubungan pendek arus listrik. Akan tetapi, sumber api berasal dari nyala api terbuka atau open flame.

"Dari hasil olah TKP, puslabfor menyimpulkan sumber api tersebut bukan karena hubungan arus pendek tapi diduga karena open flaem atau nyala api terbuka," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Halaman
12
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved