Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Targetkan PAD dari PBBKB sebesar Rp 201 Miliar, Gubernur Babel Tandatangani MoU dengan Pertamina

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama rekonsiliasi data pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
eneral Manager (GM) Pertamina Marketing Operation (MOR) II Sumbagsel, Asep Wicaksono Hadi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama rekonsiliasi data pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), Rabu (16/9/2020) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation (MOR) II Sumbagsel, Asep Wicaksono Hadi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama rekonsiliasi data pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), Rabu (16/9/2020) malam.

Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini guna untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kepulauan Bangka Belitung.

Hingga bulan Agustus 2020, PT Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, mencatatkan setoran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekitar Rp 107,4 miliar.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan pada tahun ini target PAD dari PBBKB sebesar Rp 201 miliar.

"Bukan perbedaan data antar Pertamina dengan Pemprov Babel, jadi kita waktu itu ada pemeriksaan PBBKB, harus ada dasar pembuktian jumlah yang disetor, atas dasar apa. Jadi bukan data yang berbeda, sebetulnya sah-sah saja. Cuma ketika kita diminta dasar kita perlu minta data kepada Pertamina,"  jelas Erzaldi usai menandatangai MoU ini.

"Mudah-mudahan setelah MoU ini lancar data ini. Mengenai target sebesar Rp201 miliar, sekarang baru tercapai Rp120 miliar per Agustus ini," lanjut Erzaldi.

Ia mengatakan, pihaknya akan menekankan ke pendataan, bahkan setelah MoU ini akan melakukan rekonsiliasi terkait siapa saja yang berkenaan dengan pajak ini yang diminta datanya sesuai dengan pemakaian.

"Sedangkan kita dituntut terus kreatif dalam rangka mencari peluang meningkat PAD, khususnya pada pajak ini tentu menjadi peluang. Tinggal bagaimana kita mensingkronisasikan kebenaran data dari supply dan penjualan yang terjadi," jelas Erzaldi.

Ia menambahkan bila hal ini bisa dilakukan dengan baik maka tentu akan dapat memenuhi target.

General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation (MOR) II Sumbagsel, Asep Wicaksono Hadi mengatakan pada tahun 2019 penyetoran PBBKB untuk Provinsi Babel sebesar Rp 204,7 Milyar.

"Tahun ini kalau didata kami Rp107,4 miliar sampai bulan Agustus. Mudah-mudahan dengan adanya MOU ini saya harap bisa ada peningkatan income (pendapatan-red) dari PBBKB dan dari MoU ini akan lebih detil lagi nanti siapa-siapa dan apa saja yang dikenakan PBBKB ini,"  kata Asep.

Ia menambahkan seluruh sumber pendapatan daerah, termasuk yang berasal dari sumber pendapatan pajak sektor migas dikelola secara tertib dan optimal, maka dipastikan dapat memberikan kontribusi dalam optimalisasi PAD.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved