Breaking News:

Memperbaiki Persepsi Rencana Pengiriman Pekerja Migran di Tengah Pandemi Covid-19

Migrasi yang awalnya bersifat alamiah berubah seiring perkembangan aspek politik dan budaya.

Dokumen Pribadi
Zamal Nasution, mahasiswa doktoral Universitas Mahidol Thailand 

Oleh: Zamal Nasution PhD (Cand)

Mahidol University Thailand

BANGKAPOS.COM - Migrasi yang awalnya bersifat alamiah berubah seiring perkembangan aspek politik dan budaya.

Konsep migrasi dalam aturan bernegara yang kerap digugat karena berpotensi merugikan kepentingan para pekerja migran di negara penempatan, seharusnya dapat diselesaikan dengan penegakan hukum dan perbaikan komunikasi
kepada publik.

Rencana pemberangkatan 88.793 calon pekerja migran di tengah pandemik dapat diterima atas alasan bahwa penanganan serius di negara penempatan sudah dipertimbangkan oleh pemerintah.

Selain itu, manfaat nonekonomi dari migrasi ini diharapkan memperbaiki persepsi para pengamat dan
akademisi terhadap sisi positif dari pengiriman pekerja migran.

Metamorfosis Konsep Migrasi; Manfaat Non-Ekonomi

Migrasi adalah proses alamiah, hasil dari pilihan logis setiap calon migran. Saat calon migran dihadapkan pada pilihan untuk bermigrasi di dalam negeri atau ke luar negeri, saat itu ia mencari hasil yang optimal dengan pilihan tempo yang periodik
maupun permanen.

Dari generasi terdahulu, kita belajar bahwa proses migrasi didasari berbagai motif, antara lain mencari lokasi hidup yang lebih kondusif. Bahkan, ajaran agama Islam, misalnya menganjurkan pemeluknya untuk berhijrah atau bermigrasi untuk mencari manfaat kebaikan yang lebih banyak.

Ketika konsep negara mengatur kewarganegaraan, maka sifat alamiah dari migrasi tereduksi digantikan aturan, hak dan kewajiban, serta kepentingan politik negara.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved