Breaking News:

Memperbaiki Persepsi Rencana Pengiriman Pekerja Migran di Tengah Pandemi Covid-19

Migrasi yang awalnya bersifat alamiah berubah seiring perkembangan aspek politik dan budaya.

Dokumen Pribadi
Zamal Nasution, mahasiswa doktoral Universitas Mahidol Thailand 

Melalui kepanjangan tangan hukum, warga negara tidak lagi bisa berhijrah melainkan harus melalui mekanisme yang legal dan formal. Aparat bisa menutup dan membuka pintu migrasi sewaktu-waktu. Maka, kepentingan publik dan negara
berada di atas pertimbangan individu dan personal.

Melalui kewenangan negara, kepentingan yang lebih luas yang di dalamnya termasuk kebutuhan setiap warga
negara dinegosiasikan melalui mekanisme diplomasi antar negara.

Sehingga, idealnya setiap warga negara diperkenankan menyampaikan pandangannya terkait aturan bermigrasi dan pemerintah berusaha mengakomodir di setiap kebijakan migrasi.

Selain perpindahan manusia, migrasi menciptakan nilai tambah di setiap sisi hasilnya. Migrasi masa lampau menunjukkan banyak manfaat yang didapat dari persebaran manusia dan kebudayaannya, contohnya migrasi ras Melayu.

Komunitas Melayu tersebar di berbagai pulau di Indonesia dan terhubung hingga ke Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand Selatan, Myanmar, dan Filipina.

Begitu juga halnya dengan diaspora Indonesia yang tersebar di hampir semua negara di dunia. Perpindahan manusia ini, selain penting buat individu tersebut, juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari diplomasi negara.

Sehingga, keterbatasan negara dalam berbagai aspek dapat dilengkapi oleh keberadaan komunitas Indonesia di luar
negeri.

Maka dari itu, variabel yang mempengaruhi migrasi sesungguhnya lebih luas dari kepentingan pragmatis ekonomi urusan devisa. Masih banyak faktor lain yang menyebabkan individu untuk bermigrasi, misalnya untuk studi, mencari pengalaman
baru, dan berkumpul dengan keluarga di luar negeri.

Namun, bagi sebagian besar masyarakat umum, anggapan migrasi selalu identik dengan pencari kerja.

Multistakeholder; Pengamat yang tidak berdaya

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved