Breaking News:

Memperbaiki Persepsi Rencana Pengiriman Pekerja Migran di Tengah Pandemi Covid-19

Migrasi yang awalnya bersifat alamiah berubah seiring perkembangan aspek politik dan budaya.

Dokumen Pribadi
Zamal Nasution, mahasiswa doktoral Universitas Mahidol Thailand 

Selain persepsi sempit masyarakat, di sisi lain, aparatur negara sepertinya belum menjiwai signifikannya peran para migran di luar negeri, sehingga peran antarinstansi lebih fokus pada aspek populis dan ego sektoral.

Kebijakan para stakeholder urusan migrasi, umumnya bias terhadap para pekerja non-terampil (non-skilled
labor).

Bias ini sangat kentara lewat berbagai institusi yang dibangun hanya untuk urusan pekerja migran. Bidang yang mengurusi pekerja migran ini ada di banyak instansi, sehingga atas desakan para migran, pemerintah mengkoordinasikan
semuanya di pelayanan satu atap.

Sebelumnya, pemerintah sudah membentuk Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang fokus kerjanya terlihat lebih
pada pekerja non-terampil.

Pekerja terampil yang jumlahnya hanya sekitar 10% dari total pekerja migran Indonesia tidak termasuk atau luput dari berbagai aturan detail dari pemerintah.

Bisa jadi, karena para pekerja terampil dan profesional berangkat ke luar negeri lewat jalur non-agensi atau rekrutmen langsung (direct hiring).

Berbicara tentang literatur terkait diaspora Indonesia di luar negeri, kebanyakan akademisi maupun pengamat mengkaji migrasi disebabkan faktor dorongan dari sulitnya mencari pekerjaan yang relevan ataupun penghasilan yang
mencukupi di Indonesia.

Di sisi permintaan, faktor terpenting yang berkaitan dengan karakter pekerja asal Indonesia yaitu sikap loyalitas terhadap majikan yang unggul dari pekerja asal negara lain.

Namun, dominan studi justru berkaitan dengan kondisi memprihatinkan para migran yang tinggal di ruang-ruang sempit dan pengap.

Ditambahkan pula kasus yang menjerat para migran perempuan yang menunggu vonis pengadilan. Glorifikasi ini seakan menutup peluang dan manfaat non-ekonomi dari migrasi.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved