Breaking News:

Penyuluhan Sejak Dini pada Siswa-Siswi SMA, untuk Memutus Mata Rantai Thalassemia

Sedini mungkin pemahaman terhadap penyakit Thalassemia perlu diberikan pada calon orang tua

Editor: Alza Munzi
IST/dok pribadi
Webinar tentang thalassemia yang digelar Fakultas Kedokteran Unair, Surabaya. 

Keempat pembicara yang masih duduk di bangku kelas XI ini memberikan materi tentang dasar-dasar penyakit, penanganan, pencegahan, dan dukungan terhadap pasien penyintas Thalassemia.

Pengalaman menarik dari program pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pengetahuan dan menambah rasa syukur, seperti yang disampaikan oleh Adellia.

Ikut menambahkan pengalamannya, Afrizal meyakini bahwa Thalassemia dapat dihindari dengan skrining sejak awal dan mengetahui apakah kita membawa sifat Thalassemia sebelum menikah.

Pihak sekolah SMAN 3 yang diwakili oleh Bapak Theo Gunawan mengapresiasi kegiatan penyuluhan kaderisasi ini karena melihat minat besar dari para siswa-siswi yang antusias berkreasi ikut mengedukasi teman-temannya.

Senada dengan itu, Bapak Purnomo, sebagai ketua POPTI cabang Surabaya, berharap kegiatan ini akan membuat semakin banyak orang tahu dan peduli tentang Thalassemia, semakin banyak juga orang sehat yang bersedia donor darah.

Ketua panitia kegiatan ini dr Annette d'Arqom dari pihak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, ikut bangga dengan keberhasilan para siswa-siswi SMAN 3 Surabaya mengolah pengetahuan tentang penyakit Thalassemia menjadi informasi yang lebih mudah diterima di kalangan siswa-siswi SMA.

"Hasil dari kegiatan kaderisasi ini bisa diakses secara online di media sosial seperti YouTube Sahabat Thaler, Instagram @sahabat_thaler. Masyarakat umum bisa mendapatkan pengetahuan terkini terkait pencegahan dan pengobatan penyakit Thalassemia dengan bahasa khas siswa SMA," kata Annette melalui rilis, Sabtu (19/9).

Dia menambahkan bahwa program kaderisasi dan edukasi Thalassemia ini ke depannya akan melibatkan lebih banyak siswa-siswi SMA dan tentunya memperluas cakupan sekolah yang menjadi peserta.

"Dengan semakin banyak orang yang paham akan Thalassemia, diharapkan dapat memutus mata rantai Thalassemia Mayor dan tentunya mengurangi beban kesehatan, ekonomi, dan mental yang ditimbulkan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved