Sabtu, 25 April 2026

Gading Marten Ungkap 7 Pengakuan Soal Perkawinannya yang Kandas, Ingin Gisel Bahagia

Baru-baru ini Gisel mengungkapkan perceraiannya sebagai sebuah keputusan yang salah

Editor: Iwan Satriawan
Instagram @gisel_la @gadiiing
Gisella Anastasia, Gading Marten dan Gempita Nora Marten 

BANGKAPOS.COM- Kandasnya pernikahan pasangan Gading Marten dan Gisel kembali mencuat ke permukaan.

Baru-baru ini Gisel mengungkapkan perceraiannya sebagai sebuah keputusan yang salah.

Selanjutnya Gading Marten angkat bicara tentang perceraiannya dari penyanyi Gisella Anastasia atau Gisel.

Berikut tujuh pengakuan Gading tentang kandasnya pernikahan mereka seperti dikutipndari kompas.com

2018 masa tersulit

Bercerai di awal tahun 2019, Gading mengaku kalau masa-masa sulit pernikahan terjadi sepanjang tahun 2018.

Gading menyebut perpisahannya dengan Gisel adalah masa tersulit dalam hidupnya.

"Udah pasti masa-masa aku pisah sama Gisel. tahun-tahun beratnya sebenarnya 2018," kata Gading.

"Setahun lebihlah masa sulit, masa bergumul dengan diri sendiri, masa bergumul dengan istri waktu itu, enggak tahu mana jawaban yang benar," imbuhnya.

Predikat Pasangan Romantis jadi Beban

Gading mengakui pernah memikirkan, tidak hanya tentang hubungan mereka, tapi juga apa pandangan orang terhadap mereka jika sampai bercerai.

"Terus kayaknya enggak cuma (memikirkan) kita doang, mikirin kata orang apa ya. Dan memang Gading Gisel kan image-nya Indonesian sweet couple banget dulu kan," ucap Gading.

Mereka juga mendapat banyak penghargaan atas keharmonisan selama pernikahan. Menurut Gading, piala-piala untuk penghargaan itu kini tersimpan di dalam kotak.

Sempat konseling tetapi terlambat

Sebelum memutuskan berpisah, Gading dan Gisel sebenarnya mendatangi psikolog untuk membicarakan tentang masalah yang mereka hadapi.

Namun Gading merasa saat itu dia  terlambat. Sampai akhirnya ketika datang ke konseling untuk kali kedua, mereka justru sudah membulatkan tekad untuk bercerai.

"Kita datang dengan keputusan kita tetap mau pisah, sampai psikolognya geleng-geleng," ujarnya.

Tak ingin berpisah

Belajar dari orangtuanya yang bercerai, Gading mengaku tidak ingin perpisahan seperti itu terjadi padanya.

"Kayaknya segala cara udah dicoba, yang pasti aku belajar dari orangtua yang pisah juga, gue jangan dong. Kaget juga kok ada sampai di titik ini sih, udah gitu punya anak juga masih kecil," kata Gading.

"Apalgi kita punya keyakinan apa yang disatukan Tuhan tidak bisa dipisahkan manusia," imbuhnya.

Ingin Gisel bahagia

Pada prinsipnya, Gading ingin Gisel bahagia. Dia tidak ingin mempertahankan pernikahan jika satu sisi lainnya tidak merasakan bahagia.

"Semua bergumul, cuma akhirnya balik lagi, kalau kita jalanin ini (pernikahan) selama-lamanya, tapi kita hidup selama-lamanya juga enggak bahagia buat apa. Kita hidup sama orang tapi kita menyiksa dia buat apa juga," jelas Gading.

Tak menyangka berpisah

Jika orang lain terkejut dengan perceraian mereka, Gading juga merasakan hal yang sama.

"Jangankan mereka, kita juga enggak nyangka, kita enggak pernah bisa predict ke depannya seperti apa," kata Gading.

Sadar permasalahannya

Gading mengaku selama menikah dia memilih tidak berargumen dengan Gisel.

Akibatnya masalah mereka menumpuk dan tidak terselesaikan. "Aku orangnya enggak suka marah, enggak suka berargumen. Kalau misalnya menemukan suatu masalah juga, misalnya melihat ‘Kayaknya istri gue lagi capek deh, kayaknya mending enggak usah deh', tunggu waktu yang tepat," ungkap Gading.

"Jadi salahnya aku tidak menyelesaikan masalah dengan cepat, menunda-nunda, komunikasi (penting)," kata Gading melanjutkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gading Bicara 7 Hal di Balik Perceraiannya dengan Gisel"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved