Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Pedangdut Yendri Mengaku Hilang Job

Pedangdut Bangka Belitung jebolan ajang bergengsi KDI, Yendri mengaku kehilangan job (pekerjaan-red) saat momentum Pilkada 2020 di tengah pandemi.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Rusaidah
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Yendri, pedangdut asal Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pedangdut Bangka Belitung jebolan ajang bergengsi KDI, Yendri mengaku kehilangan job (pekerjaan-red) saat momentum Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 ini.

Biasanya, menjelang Pilkada dirinya dan para pedangdut daerah banyak ditawari para pasangan calon pilkada untuk mengisi hiburan saat kampanye berlangsung.

Tawaran ini tidak hanya di Bangka Belitung, duda satu anak ini mengaku sering mendapat tawaran di luar daerah Bangka Belitung seperti Kalimantan, Sulawesi dan sebagainya.

Bahkan, untuk tahun 2020 ini sebelum Covid-19, sebenarnya Yendri sudah ditawari off air kurang lebih ada 21 titik di berbagai daerah dalam agenda pilkada, khitanan dan pernikahan.

Namun, kali ini imbas dari pandemi Covid-19, ia harus bersabar hati sebab semua dibatalkan karena ada larangan tidak diperbolehkan ada keramaian.

"Sekarang dengar-dengar informasi tidak boleh ada acara berupa hiburan untuk pilkada, apalagi kondisi sekarang ini. Jadi kehilangan job deh," ujar Yendri, Selasa (22/9/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan dirinya dulu sebelum pandemi Covid-19 saat pilkada bisa menerima tawaran dari beberapa pasang calon yang berbeda.

"Yendri ini netral orangnya, apabila dipanggil paslon, Yendri dibayar tapi sudah kewajiban kita menghibur masyarakat itu mempromosikan di panggung. Namun bukan berarti kita tim sukses mereka, Yendri dibayar, profesional dan promosi mereka pas di panggung dan tidak terikat dengan paslon manapun," jelas Yendri.

Untuk tarif off air pada acara pilkada diakuinya tak menentu dan menyesuaikan keadaan.

"Tarif itu menyesuaikan kalau pilkada, tapi beda lagi kalau acara biasa seperti hajatan. Tapi saya lebih senang juga diundang mengisi hiburan di acara bakti sosial, tak dibayar pun tak apa-apa," kata Yendri.

Dikarenakan kehilangan pekerjaan saat ini, ia mengaku ingin memutar haluan membuka usaha kecil-kecilan untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Saya sudah hampir 8 bulan di Bangka, tak bisa balik ke Jakarta. Jadi sekarang bertahan dengan uang tabungan dan ada kepikirakn buka usaha kecil-kecilan dulu. Serta saat ini juga sedang sibuk menggarap film sudah selesai hampir 70 persen ," tutur Yendri.

(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved