Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Siaga di Lokasi Bencana Sukabumi, Tim ACT Buka Penyaluran Bagi Masyarakat yang Ingin Membantu Korban

ACT juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk membantu korban bencana, khususnya di Sukabumi saat ini.

Istimewa/ACT
Tampak suasana bencana banjir bandang yang melanda Sukabumi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Banjir bandang yang membawa berbagai material mulai dari lumpur hingga kayu gelondongan terjadi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020).

Akibatnya, permukiman warga mengalami kerusakan dan dilaporkan ratusan jiwa harus mengungsi dan beberapa orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sukabumi, Mega Afdal Fathir yang berada di lokasi bencana pada Selasa (22/9/2020) mengatakan hingga pagi ini, air sungai masih meluap ke permukiman warga meskipun tak sebesar kemarin.

Menurutnya, hal ini terjadi karena kayu besar dan lumpur tersendat di bawah jembatan sehingga mengganggu aliran.

Warga yang dibantu oleh relawan gabungan termasuk Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sukabumi saat ini sedang melakukan pembersihan permukiman warga dari material yang terbawa banjir serta melakukan pencarian korban yang masih hilang.

"Ada tiga orang yang masih dinyatakan hilang dan saat ini sedang dalam proses pencarian. ACT dan MRI telah menerjunkan tim untuk ikut proses evakuasi yang dilakukan pagi ini. Kami minta doanya semoga cuaca mendukung agar evakuasi berjalan dengan lancar," ungkap Mega dalam rillis, Selasa (22/9/2020).

Hingga saat ini, terdata 97 rumah dan 971 jiwa terdampak bencana banjir bandang Sukabumi. Terdapat 20 orang mengalami luka-luka dan 3 orang hilang belum ditemukan.

Mega menambahkan, korban jiwa yang selamat saat ini harus mengungsi terlebih dahulu karena trauma dan rumahnya terdampak banjir.

Saat ini beberapa warga tersebut tinggal di fasilitas umum, rumah warga serta kerabat yang lebih aman. Berbagai keperluan pokok pun saat ini sangat mendesak untuk dipenuhi, apalagi para korban yang tak sempat menyelamatkan harta benda.

"Kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi saat ini ialah pangan, alas tidur, selimut serta pakaian," tambah Mega.

Selain menerjunkan tim dan relawan yang tergabung dalam MRI Sukabumi, pihak ACT juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk membantu korban bencana, khususnya di Sukabumi saat ini.

Melalui laman Indonesia Dermawan, masyarakat bisa menyalurkan dana sedekah untuk korban bencana, sedangkan jika dalam bentuk barang bisa langsung mengirimkan ke Kantor Cabang ACT terdekat.

(*)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Rusaidah
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved