Breaking News:

Berita Sungailiat

Sopir Pengangkut CPO Unjuk Rasa Minta Perpanjangan Kontrak Kerja, Begini Penjelasan Polisi

Puluhan sopir pengangkut minyak kelapa sawit (CPO) berunjuk-rasa minta perpanjangan kontrak kerja.

Penulis: Fery Laskari | Editor: Dedy Qurniawan
IST/Iptu Bobory Niko
Polsek Puding Besar mengamankan situasi saat para sopir pengangkut CPO mengajukan tuntutan perpanjangan kontrak kerja di PT THEP Puding Besar, Selasa (22/9/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan sopir pengangkut minyak kelapa sawit (CPO) berunjuk-rasa minta perpanjangan kontrak kerja.

Para sopir, Selasa (22/9/2020) berkumpul di Pabrik CPO, PT THEP di Kecamatan Puding Besar Bangka.

Mereka minta tuntunan perpanjangan kontrak dipenuhi oleh pihak menejemen pabrik.

Penyampaian aspirasi ini mendapat pengawalan ketat Pihak Polsek Puding Besar.

"Info, ada demo di Pabrik THEP oleh PT WEBM. Masalahnya transportasi diambil alih oleh PT PBM. Demo mulai Pukul 14.30 WIB di Bukit Tabur hampir anarkis dan sampai malam ini belum ada titik temu. Untung cepat diamankan oleh Polsek Puding Besar, kalau tidak bisa anarkis," kata sebuah sumber memberi informasi melalui pesan singkat telepon seluler (SMS) kepada Bangka Pos, Selasa (22/9/2020) malam.

Terkait informasi ini, Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan diwakili Kapolsek Puding Besar Iptu Bobory Niko saat dikonfirmasi Bangka Pos, Selasa (22/9/2020) malam mengatakan, konsentrasi puluhan sopir tersebut hanyalah bersifat penyampaian aspirasi saja.

Tuntutan para sopir berlangsung aman terkendali karena pihak kepolisian sektor melakukan pengamanan sehingga tak terjadi tindakan anarkis oleh para sopir.

"Aspirasi para supir PT Wana Eka Bina Manunggal (WEBM) pengangkut minyak CPO dari PT THEP. Tuntutannya (sopir) untuk memperpanjang kontrak," kata Kapolsek.

Saat konsentrasi masa terjadi, pihak kepolisian sektor memprediksi sebanyak 50 orang sopir yang ikut serta.

Namun dipastikan para sopir tersebut saat penyampaian aspirasi tidak melakukan tindakan anarkis atau brutal.

"Situasi aman. Pengamanan oleh pihak Polsek Puding Besar," tegas Kapolsek.

Secara terpisah Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan dikonfirmasi Bangka Pos, Selasa (22/8/2020) malam memastikan persoalan itu sudah diselesaikan secara musyawarah oleh masing-masing pihak.

Konsentrasi massa dipastikan Kapolres tidak sampai ricuh ataupun anarkis.

"Udah selesai, tadi ada pertemuan. Udah ketemuan dari pihak pabrik (THEP) dan rekanan lama (WEBM) maupun yang baru (PBM)," tegas Kapolres.

Sementara itu pihak perusahaan terkait sedang diupayakan konfirmasi oleh Bangka Pos, namun belum membuahkan hasil. (bangkapos.com/ferylaskari)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved