Breaking News:

Advertorial

Desa ODF di Bangka Barat Bertambah, Kali Ini Desa Air Lintang di Tempilang

Upaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran

Ist
Bupati Markus menyerahkan sertifikat desa ODF kepada Pj Kades Air Lintang. 

BANGKAPOS.COM - Upaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran dalam mengakses jamban sehat kian meningkat.

Hal ini menyusul deklarasi open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (BABS) oleh masyarakat Desa Air Lintang di kecamatan Tempilang, Rabu (23/9).

Bupati Bangka Barat Markus yang hadir langsung menyaksikan deklarasi tersebut menyampaikan dengan deklarasi ODF di Desa Air Lintang maka kian bertambah jumlah desa di Kecamatan Tempilang khususnya dan Kabupaten Bangka Barat pada umumnya yang punya kesadaran stop BABS dan memiliki sanitasi sehat dan aman. 

Bupati Markus menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil di desa Air Lintang
Bupati Markus menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil di desa Air Lintang (Ist)

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, akses sanitasi yang baik menjadi salah satu kunci meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan.

"Maka salah satu program terintegrasi dan komitmen Pemda dalam pembangunan bidang kesehatan di Bangka Barat yakni sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar," ujar Markus.

Bupati muda dan inovatif ini lantas mengapresiasi komitmen seluruh elemen masyarakat dan perangkat desa Air Lintang yang telah siap mendeklarasikan diri sebagai desa bebas BAB sembarangan.

Foto bersama usai penyerahan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil.
Foto bersama usai penyerahan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil. (Ist)

"Semoga ke depan derajat kesehatan masyarakat desa Air Lintang khususnya dan masyarakat Bangka Barat umumnya semakin meningkat signifikan," katanya mengakhiri.

Bupati Markus pun mengajak seluruh lapisan masyarakat terus meningkatkan kesadaran diri menjaga dan tidak mencemari lingkungan salah satunya dengan BAB sembarangan.

"Kalau sudah deklarasi ODF artinya kita punya kemauan dan komitmen kuat untuk tidak lagi BAB sembarangan. Saya berharap ke depan seluruh desa di Bangka Barat tidak ada lagi yang BAB sembarangan alias bukan di jamban sehat. Kita harus mulai membiasakan diri, sebab ada yang punya jamban tapi masih BAB sembarangan. Ini tidak boleh lagi. Sebab bahaya dari kotoran manusia bisa sampai mengakibatkan stunting dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya,” tegasnya.

Pj Kades Air Lintang Heriyanto mengisahkan perjuangan pihaknya di desa dalam mengupayakan akses jamban sehat bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah itu.

"Pada awal Januari 2019, seingat kami waktu itu masih ada 11 rumah warga yang belum punya jamban sehat. Maka kita sosialisasikan ke warga pentingnya kebiasaan tidak BAB sembarangan. Warga kurang mampu yang kebetulan belum punya jamban, kita ajukan untuk dibantu dan alhamdulillah memang ada bantuan dari dinas maupun pihak ketiga. Hari ini kita melihat bahwa akses jamban disini sudah 100 persen," kata Heriyanto.

Menurut Heriyanto, dirinya berencana akan berkoordinasi dengan BPD untuk membuat Perdes terkait jamban sehat ini.

"Lewat Perdes itu kita akan mengatur, bagi masyarakat yang akan bangun rumah misalnya secara bertahap dari belakang, WC sudah harus disiapkan untuk meningkatkan akses terhadap jamban tadi," bebernya.

Turut hadir dalam deklarasi ini Pj Sekda Bangka Barat Hartono, Asisten Pemerintahan dan Sosial M Soleh serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat. (*)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved