Breaking News:

Jika Pajak Mobil Baru 0 Persen Berlaku, Begini Bayangan Harga Avanza dan Expander Nantinya

Wacana ini diusulkan Menteri Perindustrian ( Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai satu di antara cara agar bisa menstimulus pasar.

ist
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Indonesia sedang ramai wacana pajak mobil baru 0 persen.

Wacana ini diusulkan Menteri Perindustrian ( Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai satu di antara cara agar bisa menstimulus pasar. 

Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif dalam penjualan mobil baru yang menurun pada masa pandemi. 

Karena itu lah wacana yang kemudian ramai dibahas adalah memberikan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen, atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020,” ujar Agus dalam diskusi virtual seperti dikutip Kompas.Tv, Kamis (10/9/2020).

Sebelumnya, relaksasi pajak pembelian mobil baru sempat digaungkan Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam.

Menurutnya, kalau pajak-pajak mobil baru itu jadi 0 persen, akan menekan harga mobil sekitar setengahnya dari saat ini. 

Makan Sedikit Tetap Gemuk? Ini Penyebabnya Kata Dokter Gizi

Bob mengakui, industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli.

“Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulus daya beli, tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah,” kata Bob kepada Kompas.com belum lama ini.

“Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik,” ujarnya.

Halaman
123
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved