Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penerapan Kurikulum Darurat saat Pandemi, Berikan Ruang Lebih Bagi Orang Tua Didik Anaknya

Kepala Kantor Kemenag Pangkalpinang, H Abdul Rohim melaksanakan monitoring dan evaluasi penyusunan kurikulum dan pelaksanaan pembelajan secara daring.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Rusaidah
DOK BANGKA POS
Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim melaksanakan monitoring dan evaluasi penyusunan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan (Daring), sekaligus memberikan pembinaan kepada para guru dan pegawai di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam Pangkalpinang.

"Kita menyadari bahwa, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, layanan pendidikan dan pembelajaran harus tetap berjalan dengan metode-metode sesuai dengan panduan kurikulum darurat pada madrasah, yang dikeluarkan oleh pemerintah," ujar Rohim dalam rilis, Selasa (23/9/2020).

Oleh karena itu, ia mengatakan semua elemen, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang ada di madrasah harus turut berperan serta dan tetap berkomitmen dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan.

Karena seperti yang diketahui, pendidikan merupakan salah satu tugas pokok Kementerian Agama selain bidang keagamaan.

"Dalam masa pandemi Covid-19 ini, dimana dalam pelaksanaan tugas kita diharuskan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Sehingga kesiapan madrasah dengan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan termasuk kurikulum pembelajaran darurat, harus dipastikan tersedia dan terakomodir dengan baik," jelas Rohim.

Dikatakannnya juga, semua harus memiliki keyakinan bahwa musibah wabah Covid-19 ini akan segera berlalu.

Bahkan dalam masa-masa sulit seperti ini, semua pihak harus saling menguatkan, menyabarkan, memberi support dan motivasi.

"Terlebih kepada anak-anak dan para siswa, karena di masa ini, anak-anak mengalami perubahan kondisi psikologis yang cukup berat, mereka tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya, tidak bisa belajar secara tatap muka. Sehingga minat belajar mereka mungkin mengalami penurunan," katanya.

Ia pun berharap dengan penerapan kurikulum darurat, layanan pendidikan dapat tetap diberikan dan dengan pola pendidikan seperti ini anak-anak tidak menjadi semakin terbebani.

"Diharapkan juga, dengan penerapan kurikulum darurat ini, dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi orang tua untuk ikut serta mendidik dan mengawasi anak-anaknya dalam belajar, sehingga mereka pun dapat tetap memiliki target dan cita-cita," tutur Rohim.

(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved