Breaking News:

Bisnis Timah Diprediksi Tumbuh di Sisa Tahun 2020, Bank Indonesia Beberkan Penyebabnya

Terkontraksi lebih dalam di triwulan II 2020, Bank Indonesia menilai sektor pertambangan akan tumbuh di triwulan III.

bangkapos/resha juhari
Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di saat ancaman resesi di depan mata, bisnis timah Indonesia diperkirakan dapat tumbuh. Terkontraksi lebih dalam di triwulan II 2020, Bank Indonesia menilai sektor pertambangan akan tumbuh di triwulan III.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pertambangan dan penggalian pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi yang lebih dalam yaitu sebesar 11,55% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang juga terkontraksi sebesar 7,91% (yoy).

Perlambatan lapangan usaha pertambangan dipicu oleh terbatasnya operasional pabrik peleburan (smelter) bijih timah akibat penurunan harga logam timah yang menyentuh titik terendah.

Rata-rata harga komoditas timah selama triwulan II 2020 mencapai 14.742 USD/MT, mengalami penurunan sebesar 24.96% (yoy) dibandingkan triwulan II 2019 dan mengalami penurunan sebesar 9,36% (mtm) dibandingkan triwulan I 2020.

Selama triwulan II 2020, harga terendah yang terjadi sebesar USD14.123/MT dan harga tertinggi yang pernah capai sebesar Rp17.190/MT.

Harga logam timah tercatat sangat fluktuatif. Namun sejak 2019,

harga logam timah global tercatat mengalami tren yang menurun yang antara lain disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sejak awal 2020, penurunan harga logam timah terjadi karena merebaknya COVID 19 secara global yang menyebabkan penurunan permintaan logam
timah global akibat terbatasnya kegiatan operasional industri elektronik dan mobil yang membutuhkan logam timah sebagai bahan baku.

Penurunan harga dan permintaan komoditas tersebut disikapi perusahaan pengolahan timah (smelter) dengan penetapan kebijakan penurunan ekspor logam timah sebesar 20-30% per bulan.

Kebijakan ini dinilai dapat menjaga efisiensi dan efektifitas operasional serta keuangan perusahaan.

Halaman
123
Penulis: Teddy Malaka (CC)
Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved