Husnul Khatimah
Kiat Meraih Husnul Khatimah Menurut Buya Yahya, Ingat Seseorang akan Dimatikan Sesuai Kebiasaan
Dalam segala hal, baik dalam urusan keluarga, karir, keuangan, hari tua hingga meninggal.
BANGKAPOS.COM -- Manusia yang ada di dunia pasti menginginkan kehidupan yang terbaik.
Dalam segala hal, baik dalam urusan keluarga, karir, keuangan, hari tua hingga meninggal.
Namun hal ini tentunya tidak begitu saja didapatkan atau rasakan.
Harus ada usaha dan proses yang harus dijalani untuk menggapainya.
Dalam usaha misalnya, anda harus bekerja dengan giat jika menginginkan hasil terbaik.
Sama halnya dalam urusan kematian, ada rentetan perjalanan panjang jika menginginkan sesuatu yang baik.
Pada dasarnya, semua sudah diatur dan ini menjadi rahasia sang pencipta termasuk kematian.
Namun beberapa penjelasan meyebutkan bahwa seseorang akan meninggal berdasarkan kebiasaannya hidup di dunia.
Ustad kondang, Buya Yahya menyebutkan tidak ada yang tahu bagaimana ajal menjemput seseorang, termasuk dirinya sendiri.
Maka dari itu katanya, berprilakulah dengan baik dengan menjalankan perintahnya serta selalu mendekatkan diri pada sang pencipta.
Buya Yahya pun mengurai pendapatnya jika seseorang ingin meninggal dunia secara husnul khatimah.
Berlaku baik
Sesorang akan meningal berdasarkan kebiasaannya waktu hidup.
kalau kebiasaanya waktu hidup penuh dengan kemaksiatan, maka ia akan menemukan ajalnya demgam kemaksiatan.
tapi kalau orang membiasakan hidupnya dengan kebaikan maka ia akan meninggal dengan kebaikan.
"tapi sebetulnya apapun itu kita tidak tahu bagaimana ajal kita, akhir hidup kita, maka dari itu sibuklah untuk berbuat baik,"
Jangan sombong
kalau anda sudah meyakini bahwa bagaimana ajal menjemput nantinya, maka dia akan selalu berhati-hati.
dia tidak akan mudah menyobongkan dirinya sendiri.
keyakinanmu saat ini, imanmu saat ini tidak akan mustahil bisa berubah suatu ketika nanti, maka jangan sombong.
"kamu mengaku beriman saat ini, kuat keimananmu bukan hanya sekedar beriman dengan mulut tapi juga di hati, amalnya juga itu bukan berati tidak akan berubah karena sang penciptalah yang merubah hati hamba," terangnya
Dekatkan diri kepada sang pencipta
Menurut Buya Yahya, sang pencipta akan memberikan petunjuk kepada siapapun yang dikehendakinya jika ajalnya telah tiba.
ia juga dengan mudahnya menyesatkan hati hambanya jika sudah dikehendakinya.
Maka dari itu katanya agar selalu menjaga sikap dan prilaku dalam segala hal.
Ia juga menyarankan agar selalu berdoa dan berharap meminta pertolongan sang pencipta.
Perbedaan Khusnul Khatimah dan Husnul Khatimah
Pengasuh Pesantren Darul Hikam, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Ustadz Faishal Zulkarnaen menjelaskan perbedaan arti dari dua ucapan atau tulisan Khusnul Khatimah dan Husnul Khatimah.
Khusnul Khatimah berarti akhir yang hina, sedangkan Husnul Khatimah berarti akhir yang baik.
"Saya menemukan banyak orang yang mempermasalahkan dan menyalahkan tulisan Khusnul Khatimah. Menurut mereka penulisan ini salah dan yang benar adalah Husnul Khatimah. Alasannya, Khusnul Khatimah bermakna akhir yang hina sedangkan Husnul Khatimah bermakna akhir yang baik," jelasnya.
Berikut arti yang tepat dari Khusnul Khatimah dan Husnul Khatimah:
Dalam bahasa Arab ditulis dengan حسن الخاتمة. Huruf ح ditulis h. Sehingga tulisan حسن الخاتمة dibaca dalam latin: husnul khatimah, yang artinya, akhir yang baik.
Adapun kalimat خسن الخاتمة yang dalam latin ditulis Khusnul khatimah artinya adalah akhir yang hina.
Ini merujuk pada Ibnul A'robi saat mengartikan akhsana ar-Rajulu_(أخسن الرجل) yang maknanya, terhina setelah perkasa.
Nah semoga dengan penjelasan ini kalian tidak ragu lagi dalam penggunaanya. (Bangkapos.com)