Breaking News:

Polisi Ini Bukan Jendral, Punya Kekayaan Capai Rp 141,2 Triliun, Terbongkar Caranya Kumpulkan Harta

Tak ada yang menyangka jika seorang polisi berpangkat asisten komisaris ini memiliki harta yang sangat banyak. Namun, harta yang diperolehnya itu...

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
tnt.abante.com.ph
Ilustrasi polisi 

Siapa saja mereka?

1. Eddy Tansil

Nasional Kompas__ Eddy Tansil (tengah) buronan paling dicari oleh aparat penegak hukum Indonesia
Nasional Kompas__ Eddy Tansil (tengah) buronan paling dicari oleh aparat penegak hukum Indonesia

Eddy Tansil (tengah) buronan paling dicari oleh aparat penegak hukum Indonesia

Pria kelahiran Makassar, 2 Februari 1953 ini menjarah uang negara lewat kasus kredit macet Bapindo.

Tidak tanggung-tanggung, uang yang ia colong sebesar 9 Triliun Rupiah.

2. David Nusawijaya

Selanjutnya adalah pelaku kasus korupsi BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia), David Nusawijaya.

Spoiler One Piece Chapter 991: Luffy Terima X-Drake dan Kinemon Mati di Tangan Kaido?

Pria ini lahir di Jakarta, 27 September 1961 silam.

Dari kasusnya ia mendapat uang 1.2 Triliun Rupiah.

3. Adrian Kiki Ariawan

Pelaku lain kasus BLBI adalah koruptor kelas kakap di Indonesia lainnya.

Ialah Adrian Kiki Ariawan, pria kelahiran Jakarta, 28 April 1944 yang menjarah 1.5 Triliun Rupiah.

Terjerat pada kasus yang sama dengan David Nusawijaya dan Adrian Kiki Ariawan, Eko Adi Putranto juga ditangkap karena kasus BLBI.

Ia menjarah uang sebanyak 2.659 Triliun Rupiah.

Ia termasuk pelaku termuda kasus BLBI, yang lahir di Jakarta pada 9 Maret 1967.

Zhong Shanshan, Sosok Orang Paling Tajir se-China yang Baru, Pengganti Jack Ma

4. Maria Pauline Lumowa

Kasus L/C Fiktif Bank BNI membuat Maria berhasil merampok uang negara lewat BNI sebesar 1.7 Triliun Rupiah.

Wanita ini lahir di Paleloan, Minahasa, Sulawesi Utara pada 27 Juli 1958.

Saat mengajukan L/C fiktif itu, ia adalah pemilik PT Gramarindo Grup.

Buronan pembobol kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa tiba di Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) usai ditangkap setelah 17 tahun menjadi buron terkait kasus pembobolan kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun. (Tribunnews/Jeprima)
Buronan pembobol kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa tiba di Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) usai ditangkap setelah 17 tahun menjadi buron terkait kasus pembobolan kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun. (Tribunnews/Jeprima)

PT Gramarindo Grup adalah perusahaan yang fokus dalam ekspor hasil perkebunan, pupuk cair dan industri marmer.

Produknya sebagian besar diekspor ke negara Afrika seperti Kenya, Kongo dan Singapura.

Saat ini, Maria sudah ditangkap di Serbia dan dipulangkan ke Indonesia pagi ini (09/07/2020).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly membawa kejutan menggembirakan dari kunjungannya ke Serbia.

Millendaru di Kamar Bersama Pria Bule Telanjang Dada, Nasib Arthur yang Kenal Ashanty Kini Disorot

Kejutan Atta Halilintar untuk Aurel di Tempat Tidur, Putri Anang: Wow, Atta Tiduran Tanpa Baju?

Delegasi yang dipimpinnya sukses menyelesaikan proses ekstradisi terhadap buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari negara tersebut.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul VIRAL Polisi kekayaannya Rp 141,2 Triliun, Padahal Belum Jenderal, Terbongkar Aib Kumpulkan Harta dan juga telah tayang di serambinews.com dengan judul Bukan Jendral, Polisi Ini Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun, Terbongkar Cara Kumpulkan Harta

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved