Breaking News:

PSBB Jakarta Diperpanjang Selama Dua Pekan, Anies Klaim Kasus Covid-19 Mulai Melandai

Selama 12 hari periode pengetatan PSBB, penambahan kasus aktif hanya bertambah sebanyak 12 persen atau 1.453 kasus.

Wartakota/Nur Ichsan
PENGAWASAN PSBB - Petugas Kepolisian dibantu Sudin Perhubungan Jakarta Barat, sedang melakukan pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Daan Mogot Km 15.5, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2020). Pada hari pertama pelaksanaan PSBB masih banyak dijumpai warga yang tak emmatuhi aturan PSBB seperti tidak mengenakan masker. (Wartakota/Nur Ichsan) 

BANGKAPOS.COM - Pengetatan PSBB jilid 2 telah diterapkan Anies Baswedan sejak 14 September lalu dan bakal berakhir 27 September 2020 mendatang.

Jelang berakhirnya, Anies memutuskan untuk memperpanjang pengetatan PSBB selama dua pekan ke depan.

"Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian, terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan," ucapnya, Kamis (24/9/2020).

Selain dua faktor tersebut, Anies menyebut, pihaknya juga memberi perhatian khusus terhadap jumlah kematian karena Covid-19 yang juga terus meningkat selama September ini.

"Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat, meski menunjukkan tanda awal pelandaian yang mana tingkat kematian saat ini sebesar 2,5 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim kasus Covid-19 di ibu kota mulai melandai sejak pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

Menurutnya, hal ini terjadi seiring dengan berkurangnya mobilitas warga selama pengetatan PSBB dilakukan.

Anies Baswedan menjelaskan, pada rentang 12 hari pertama di bulan September, pertambahan kasus aktif Covid-19 di ibu kota mencapai 49 persen atau 3.864 kasus.

Kemudian, selama 12 hari periode pengetatan PSBB, penambahan kasus aktif hanya bertambah sebanyak 12 persen atau 1.453 kasus.

"Pergerakan penduduk jelas berpengaruh pada peningkatan penularan virus. Semakin tinggi pergerakan penduduk, semakin tinggi penularan virus," ucapnya, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, nilai Rt atau reproduksi virus juga mulai menunjukan perbaikan di masa pengetatan PSBB ini.

Halaman
1234
Penulis: Ardhina Trisila Sakti (CC)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved