Berita Pangkalpinang
Salat Istikharah Meminta Pilihan Terbaik Pada Allah SWT, Begini Penjelasan Ustaz Yuda
Penceramah Ustaz Yuda Abdurahman menjelaskan tentang salat istikharah, saat ingin meminta pilihan terbaik pada Allah SWT.
Penulis: Cici Nasya Nita |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penceramah Ustaz Yuda Abdurahman menjelaskan tentang salat istikharah, saat ingin meminta pilihan terbaik pada Allah SWT.
"Disunnahkan bagi masing-masing calon pasangan yang telah melalui tahapan-tahapan sebagaimana pembahasan sebelumnya, maupun kedua orang tua dari masing-masing calon pasangan untuk beristikharah, meminta kepada Allah Azza wa Jalla agar diberikan pilihan dan keputusan yang baik demi kemashlahatan perjalanan rumah tangga di kemudian hari," ujar Ustaz Yuda.
Lebih lanjut, ia mengatakan karena pilihan yang baik menurut kehendak kita belum tentu baik menurut kehendak Allah Azza wa Jalla. Tapi pilihan Allah Azza wa Jalla sudah pasti adalah pilihan terbaik untuk umatnya.
Allah Azza wa Jalla berfirman "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."[QS. Al-Baqarah : 216]
"Cara yang umum dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam adalah dengan shalat istikhara. Shalat istikharah adalah shalat dengan maksud meminta kebaikan mengenai perkara yang hendak dilakukan, salat ini dikerjakan dengan dua rakaat shalat sebagaimana yang disunnahkan," jelas Ustaz Yuda.
Imam Al-Bukhari Rahimahullah berkata "Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu 'anhu ia berkata: "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengajari kami memohon kebaikan ke pada Allah Azza wa Jalla (iatikharah) di setiap urusan sebagaiman beliau mengajari kami bagian surat dari Al-Qur'an, beliau bersabda:
"Apabila salah seorang diantara kalian ragu pada suatu perkara maka hendaklah ia shalat dua rakaat dari shalat selain shalat fardhu (maksudnya shalat sunnah), kemudian hendaklah ia berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepadamu dengan ilmu-Mu dan memohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu serta memohon kepada-Mu anugrah-Mu yang agung, karena engkau berkuasa sedang aku tak berkuasa.
Engkau maha mengetahui sedang aku tidak mengetahui. Engkau maha mengetahui yang ghaib, ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, kehidupanku dan akibat (akhir) urusanku, maka tentukanlah bagiku dan mudahkanlah untukku, lalu berkahilah aku padanya.
Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, kehidupanku, dan akibat (akibat) akhir urusanku, maka hindarkanlah aku darinya lalu tetapkanlah bagiku pada kebaikan, apapun keadaanya, kemudian ridhailah aku." Beliau berkata: "Dan menyebutkan nama hajatnya."(HR. Al-Bukhari, Kitab At-Tahajjud, bab: Maa ja~a fii at-tathawwu'I matsna matsna, no. 1162. At-Tirmidzi; Kitab Al-Witr, bab: Maa ja~a fii shalat al-istikhaarah, no. 480).
"Kemudian berdoa selepas salam dengan doa yang masyhur sebagaimana yang telah disebutkan pada hadits diatas, dan mengucapkan nama hajatnya pada doa tersebut. Kesunnahan shalat istikharah dapat dihasilkan dengan berbagai bentuk shalat sebagaiman shalat tahyatul masjid," kata Ustaz Yuda.
Apabila terdapat keudzuran untuk melakukan shalat istikhara, maka dapat beristikharah dengan cara berdoa dan memilih setelah mantap perkara yang dirasa melapangkan hati. (Al-Minhaj Al-Qowaim, hal. 141).
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/penceramah-ustaz-yuda-abdurahman-menjelaskan-tentang-salat-istikharah.jpg)