Breaking News:

Siapa Sebenarnya Gatot Nurmantyo, Diangkat Jokowi Jadi Panglima TNI, Kini Berbalik Jadi Mengkritik

Sang panglima dinilai kembali melakukan manuver ketika mengeluarkan pernyataan soal adanya pembelian 5.000 pucuk senjata di luar instansi TNI

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Mantan Panglima TNI, Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Nama Gatot Nurmantyo mulai dikenal luas sejak diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI.

Periode pertama Jokowi menjabat sebagai presiden, Gatot Nurmantyo cukup getol membela pimpinannya itu.

Namun periode kedua menjadi Presiden, Gatot Nurmantyo pun tak lagi mendapatkan jabatannya sebagai panglima TNI.

Setelah itu, Gatot yang merupakan purnawirawan Jendral itu belakangan ini kerap melontarkan kritik pedas kepada pemerintahan.

Gatot melakukannya tak sembunyi-sembunyi lagi. Mungkin karena memang mantan tentara, kritik pun dilontarkannya secara terbuka.

Setelah menyinggung soal adanya RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila), baru-baru ini Gatot mengungkap bahwa pencopotan dari jabatan Panglima TNI karena sempat mengeluarkan perintah menonton film G30S/PKI.

Hal ini ia ucapkan dalam sebuah video Youtube milik Harsubeno Point.

"Saat itu salah seorang sahabat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan peringatan. Ia meminta agar menghentikan perintah tersebut apabila tidak ingin dicopot dari jabatan sebagai Panglima TNI," ujarnya.

"Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," ujar Gatot.

Pernyataan ini sontak membuat heboh, meski belakangan Gatot sendiri membantah bahwa dirinya dicopot karena nobar film PKI tersebut.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved