Breaking News:

Timah

'Sumber Uang' Pemprov Bangka Belitung Tergerus Lesunya Bisnis Timah di Semester I 2020

Lesunya bisnis timah dalam kaitannya nilai ekspor, pendapatan daerah Bangka Belitung pun tergerus cukup dalam.

bangkapos/resha juhari
Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang 

Di tengah penurunan kinerja pertambangan timah, selama triwulan laporan terdapat 4 smelter swasta eksisting yang memperoleh ijin ekspor logam timah sehingga dapat beroperasi kembali dan smelter tersebut juga telah dapat memenuhi persyaratan Competent Person.

Oleh sebab itu, secara total saat ini telah terdapat 8 smelter yang beroperasi dari total 32 smelter yang ada di Bangka Belitung.

Kondisi ini meningkatkan optimisme peningkatan kinerja pertambangan timah Bangka Belitung ke depannya khususnya saat kondisi perekonomian global kembali normal.

Pada triwulan III 2020, lapangan usaha pertambangan diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2020 didorong oleh prakiraan volume perdagangan dan harga komoditas dunia lebih optimis dari estimasi sebelumnya sejalan prospek PDB global yang lebih
baik.

Kondisi ini mendorong pemintaan dan harga komoditas yang lebih tinggi, terutama komoditas logam.

Adapun prospek negara tujuan ekspor logam timah Bangka Belitung yaitu AS dan Tiongkok juga menunjukkan perbaikan yang ditunjukkan melalui peningkatan Purchasing pada awal triwulan III 2020, sehingga berpotensi meningkatkan kebutuhan bahan baku untuk industri manufaktur.

Disamping itu, pada Agustus 2020 harga logam timah juga sudah menunjukkan perbaikan dengan sempat menyentuh harga pada kisaran 18.000 USD/MTon. (tea)

Penulis: Teddy Malaka
Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved