Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Zumaro, Anak Guru SD di Bangka Belitung yang Raih Beasiswa S3 Hingga ke Korea Selatan

Sebagai informasi, jarak Warsawa dan Muntok adalah sejauh 9786 kilometer. Ini juga setara dengan 72 kali jarak Pangkalpinang-Muntok.

ist/ Dok. Zuma
Zumaro (tengah) dan kedua orangtuanya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warsawa, ibu kota Polandia sedang puncak musim panas pada Juni 2020 lalu.  Saking panasnya, warga di sana hanya mengenakan kaus dan bercelana pendek jika ke tempat kerja. Di sana lah bermukim Zumaro, pemuda kelahiran Muntok, Bangka Belitung, beribu-ribu kilometer jauhnya dari kampung halaman dan keluarga, di tengah Pandemi Corona. 

Setelah menamatkan S2 di Polandia, putra pasangan A. Sofar dan Samsiar itu memang memutuskan bekerja di Ingersoll-Rand Polska Sp. z o.o, sebuah perusahaan bidang energi di Warsawa.  Sebagai informasi, jarak Warsawa dan Muntok berdasarkan pengukuran Google, adalah sejauh 9786 kilometer. Ini juga setara dengan 72 kali jarak Pangkalpinang-Muntok.  

Zuma begitu ia kerap disapa, telah bekerja di sana sejak 10 bulan terakhir. Gajinya lumayan. Dia juga sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan kerja. 

Semuanya lancar-lancar saja meski harus work from home sebab wabah Covid-19 tengah marak di sana.   Namun, pada sebuah Senin pagi di akhir Juni 2020 yang panas itu, Zuma mendadak jadi tak keruan. Hari itu memang adalah awal-awal masuk kerja ke kantor setelah Warsawa sempat lockdown karena pandemik, tetapi bukan karena itu.

Ia baru tiba di kantor ketika sebuah pesan dari seorang teman asal Swedia masuk ke ponselnya. Isinya ucapan selamat karena telah mendapatkan beasiswa S3 di Korea Selatan.  Kabar itu yang memang ia tunggu-tunggu setelah tes kesehatan sebulan sebelumya.  

Zuma langsung mengecek websites pengumuman itu. Benar, ada namanya di situ, lengkap dengan jurusan S3 yang ia incar, dan lokasi belajar bahasa Korea selama satu tahun. Perasaannya campur aduk .

Dia merasa bersyukur, senang, sekaligus galau.  Senang sebab apa yang memang diimpi-impikannya tercapai. Galau karena ia masih terikat kontrak kerja dan harus bicara dengan atasannya di Ingersoll-Rand Polska Sp. z o.o. 

"Saya langsung mengucapkan syukur. Pada saat itu tentu senang. Namun, karena kontrak kerja belum habis, jadi harus menunggu keputusan dari atasan untuk urusan resign kerja," ujar Zumaro, Sabtu (26/9/2020).

Zumaro
Zumaro (ist/ Dok. Zumaro)

Atasannya belum tentu mengizinkan. Tak mudah bagi perusahaan bidang energi untuk merekrut orang baru. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19. 

Namun Tuhan memang memeluk mimpi Zuma. Tak ada aral melintang ketika ia membicarakan kabar dan rencananya itu ke atasan. Dengan berbesar hati, bosnya mengizinkan.

Halaman
1234
Penulis: Dedy Qurniawan (CC)
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved