Breaking News:

Banyak yang Tak Tahu, PKI Ternyata Rencanakan Culik 8 Jenderal, Begini Kisahnya

Ia satu-satunya perwira tinggi TNI AD yang lolos dari target PKI pada malam naas itu. Namun kehidupan

Editor: Iwan Satriawan
intisari
Pahlawan Revolusi 

BANGKAPOS.COM-Ahmad Soekendro satu di antara jenderal yang menjadi target penculikan di malam G30S/PKI.

Ia satu-satunya perwira tinggi TNI AD yang lolos dari target PKI pada malam naas itu.

Namun kehidupan Ahmad Soekendro setelah pemberontakan G30S/PKI tak pernah tenang.

Partai Komunis Indonesia (PKI) merencanakan menculik delapan jenderal.

Faktanya AH Nasution berhasil lolos dan kisahnya menjadi heroik. Nasution selamat, namun putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean, menjadi korban penculikan PKI.

Sumur tua tempat ketujuh pahlawan revolusi dikuburkan oleh anggota PKI yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018)
Sumur tua tempat ketujuh pahlawan revolusi dikuburkan oleh anggota PKI yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018) (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Dalam pertemuan terakhir operasi penculikan Dewan Jenderal di rumah Sjam Kamaruzzaman, di Salemba Tengah, pada Hari-H, 30 September 1965, ternyata ditaklimatkan nama delapan jenderal yang akan dijemput.

Mereka adalah Jenderal AH Nasution, Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayjen Soewondo Parman, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Harjono, Brigjen Donald Izacus Pandjaitan, Brigjen Soetojo Siswomihardjo, dan Brigjen Ahmad Soekendro.

Siapa Brigjen Ahmad Sukendro dan mengapa ia selamat dari penculikan?

Achmad Sukendro dilahirkan di Banyumas tahun 1923.

Seperti banyak anak muda seusianya, di zaman Jepang, ia memilih mendaftar menjadi anggota PETA.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved