Breaking News:

Cerita Wanita Asal Bandung di Lokalisasi Teluk Bayur: Orangnya Baik, Enak Cari Duit di Sini

Pemerintah kota Pangkalpinang menutup aktifitas di lokalisasi Teluk Bayur. Mereka diberikan batas waktu seminggu dan memulangkan pekerjanya

Penulis: Hendra (CC) | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Yuranda
Tim Gabungan mendata pekerjaan dan muncikari lokalisasi Teluk Bayur, di Polres Pangkalpinang, Sabtu (26/9/2020) 

Jika nanti central business district dapat terealisasi, lanjut dia, perumahan di kawasan tersebut akan direalokasi.

"Kawasan di sana nantinya akan kita realokasi, kalau sesuai rencana nantinya," ucap Suparlan. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Diberi Waktu Seminggu

Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi mengatakan setelah dilakukan pendataan, pemilik tempat di lokasi itu diminta untuk menutup aktifitasnya.

Sedangkan para wanita pekerjanya yang merupakan warga luar daerah ini, setelah didata juga diminta untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. 

Pengosongan lokasasi itu diberikan batas waktu selama satu minggu. Para pemilik juga diminta untuk membiaya pemulangan para pekerjanya masing-masing.

"Kami berikan waktu seminggu bagaimana caranya, supaya mami atau papinya, bisa memulangkan mereka ke tempat mereka masing-masing," tehas Johan Wahyudi, Sabtu (26/9/2020)

Kata Johan, dalam operasi Yustisi, sekaligus KRYD mengamankan 102 wanita pekerja seks komersial,  3 orang papi dan 10 orang mami di tempat lokalisasi Teluk Bayur itu.

Menurutnya ke depan, apabila melanggar kesepakatan yang sudah di berikan Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Pangkalpinang berupa surat kesepakatan. Pihak kepolisian Polres Pangkalpinang akan penindakan.

"Kedepannya kita lihat kalau masih buka dan masih bandel, kami kenakan KUHP atau undang undang yang lain," tegas Johan.

Tempat itu juga sudah diberikan surat teguran, agar tempat itu di tutup, surat itu dikeluarkan sejak 29 April 2020 lalu.

Sebelum diberikan surat keputusan penutup dari Wali Kota, pemerintah kota juga sudah mensosialisasikan.

"Setelah di Sosial diberikan imbauan bahwa tempat ini akan di tutup, baru di keluarkan SK," ungkapnya.

Lanjutnya, intinya kepolisian mendukung dan memback up apa-apa saja yang sudah di lakukan oleh pemerintah kota Pangkalpinang terhadap tempat tempat lokalisasi di Kota Pangkalpinang.

"Untuk tempat-tempat lain yang pastinya akan tetap kita tindak," kata Johan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawan menambahkan selain kegiatan operasi Yustisi merazia masyarakat yang tidak menggunakan masker

Tim juga melakukan penertiban wisma-wisma yang ada di teluk bayur, guna menertiban penyakit sosial masyarakat salah satunya pekerjaan di tempat hiburan lokalisasi.

"100 lebih orang terjaring dibawa ke Polres, di kasih pengarahan peringatan, ceramah agama oleh ustadz Samsuni Saleh, Ustadz Zen," kata  Radmida.

Sejak 29 April 2020 wisma-wisma itu sudah di tutup berarti mereka sudah melanggar perjanjian, padahal tempat tersebut sudah disosialisasikan dan sudah dibuat berita acarnya, agar tempat itu segera ditutup.

"Mami dan papi yang mempekerjakan mereka diminta untuk memulangkan mereka ke daerah asal, dan tidak mempekerjakan mereka lagi sebagai PSK. Apabila ini dilanggar kembali, maka akan dikenakn sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegas Radmida.  (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved