Siapa Jenderal TNI AH Nasution yang Selamat dari G30S/PKI? Berikut Profil dan Karier Militernya
Jenderal TNI Abdul Haris Nasution selamat dari G30S/PKI. Padahal dia adalah satu di antara target G30S/PKI. Siapa dan seperti apa karier militernya?
BANGKAPOS.COM - Jenderal TNI Abdul Haris Nasution selamat dari G30S/PKI.
Padahal dia adalah satu di antara target gerakan itu.
Siapa dan seperti apa karier militernya?
AH Nasution menyandang pangkat kolonel pada 1945-1948.
Kala itu, ia menjabat sebagai Kepala Staf Komendemen TKR I/Jawa Barat.
Dalam jabatan tersebut, Abdul Haris Nasution ditugasi menyusun organisasi dan administrasi.
Pada 1948, ia diangkat menjadi Wakil Panglima Besar Angkatan perang Republik Indonesia.
Oleh karena itu, pangkatnya dinaikkan menjadi jenderal mayor dan menjbaat sebagai Panglima Divisi III/TKR Priangan.
Akibat pelaksanaan Reorganisasi dan Rasionalisasi (Rera) tahun 1948, pangkat Abdul Haris Nasution diturunkan setingkat lebih rendah menjadi kolonel, dan diberi jabatan Kepala Staf Operasi Markas Besar Tentara (MBT).
Kemudian ia ditugaskan sebagai Panglima Tentara dan Teritorium Djawa (PTTD).
Seusai Perang Kemerdekaan, pada tanggal 10 Desember 1949 Abdul Haris Nasution diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dengan Surat Penetapan Kementerian Pertahanan No. 126/MP/1949 tanggal 10 Desember 1949 dengan pangkat kolonel.
Pada 17 Oktober 1952, terjadi demonstrasi yang menuntut pembubaran parlemen di Jakarta.
Peristiwa ini merupakan puncak perbedaan pendapat antara Angkatan Darat dan DPR.
Kala itu Angkatan Darat memprotes DPR yang dianggap terlalu jauh mencampuri masalah intern.
Akibat peristiwa ini, Abdul Haris Nasution dan beberpaa perwira lain dibebaskan dari jabatan.
Selama masa ini, Abdul Haris Nasution aktif menulis buku.
Selain itu, ia juga mendirikan partai politik Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).
Sebagian besar anggota IPKI merupakan perwira non aktif akibat peristiwa 17 Oktober 1952.
Setelah rekonsiliasi, Abdul Haris Nasution dicalonkan kembali sebagai KSAD.
• KISAH Para Jenderal yang Lolos dari G30S/PKI hingga Cerita Sosok Penting Militer dan Dibenci PKI
Ia terpilih dan dilantik pada 7 November 1955 dengan pangkat yang dinaikkan menjadi Mayor Jenderal.
Negara dalam keadaan bahaya melalui Undang-Undang Keadaan Bahaya (UUKB) bulan Juli 1957.
Kala itu, Abdul Haris Nasution merangkap jabatan sebagai Ketua Gabungan Kepala-kepala Staff Angkatan Perang (GKS).
Kemudian, ia juga menjabat sebagai Penguasa Perang Pusat (Peperpu) yang membawahi penguasa Perang Daerah (Peperda).
Setelah reorganisasi Angkatan darat pada 1958, Abdul Haris Nasution diangkat sebagai menteri Keamanan Nasional/KSAD dengan pangkat Letnan Jenderal, hingga lahirnya demokrasi terpimpin.
• 5 Versi Dalang Peristiwa G30S/PKI 30 September 1965
Pada masa Demokrasi Terpimpin sejak 1962 Abdul Haris Nasution diangkat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata dengan pangkat jenderal penuh (bintang empat).
Pada masa awal Orde Baru, Abdul Haris Nasution terpilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).
Pada 1968, setelah berakhimya Sidang Umum V MPRS, Abdul Haris Nasution secara resmi berada di luar tugas-tugas resmi jabatan pemerintahan Republik Indonesia.
Ia pensiun dari dinas aktif TNI AD pada tahun 1972, dalam usia 53 tahun.
Selanjutnya, ia aktif menulis buku-buku perjuangan, seperti saat ia masih dinas aktif sebagai prajurit TNI.
Buku-buku Abdul Haris Nasution yang terkenal, antara lain Pokok-pokok Gerilya, Tentara Nasional Indonesia, Sekitar Perang Kemerdekaan dan Memenuhi Panggilan Tugas.
• Film Pengkhianatan G30S/PKI, Kisah tentang Kudeta Dipimpin Komandan Batalyon Cakrabirawa
Penghargaan
Gelar Doktor Honoris Causa:
- Universitas Pajajaran
- Universitas Islam Sumatera Utara
Bintang-bintang dan tanda kehormatan dari Indonesia:
- Bintang Republik Indonesia Klas III dan II
- Bintang Maha Putera Klas II
- Bintang Sakti
- Bintang Darma
- Bintang Gerilya
- Bintang Sewindu
- Satyalencana Kesetiaan
- Satyalencana Jasa-Darma Angkatan Laut
- Satyalencana Aksi Militer I
- Satyalencana Aksi Militer II
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer I
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer II
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer III
- Satyalencana Gerakan Operasi Militer IV
- Satyalencana Kemerdekaan
- Satyalencana Satya Darma
- Satyalencana Dharma Pembebasan irian Barat
- Satyalencana Dharma Dwikora
- Satyalencana Penegak (Operasi Penumpasan G.30.S/PKI)
Bintang tanda kehormatan dari Negara-negara Asing:
- Bintang Gajah Putih dari Kerajaan Muangthai
- Bintang Bendera Yugoslavia Klas I
- Bintang Republik tertinggi dari Republik Persatuan Arab (RPA) (Grand Gordon of the Order of the U.A.R)
- Bintang Militer Klas I Yugolasvia
- Bintang Kehormatan dari Presiden Filipina (1963)
- Bintang Jasa dari Republik Federasi Jerman (1963)
- Bintang Datu Sikatema dari Philipina (1967)
- Bintang Tertinggi Trimurti dari Ethiopia (1968)
- Grootkruis Oranye Nassau dari Negeri Belanda.
Lencana Kehormatan:
- Korps Kapal Selam Angkatan Laut Republik Indonesia
- Korps Kapal Selam Amerika Serikat
- Korps Kapal Selam Uni Soviet
- Sekolah Artileri dan Missile di Amerika
- Frunze Akademi Uni Soviet
- Divisi I Jerman
- Korps Berlapis Baja Jerman
- Akademi Angkatan Udara Republik Persatuan Arab (Mesir-Suriah)
- Korps Kavaleri TNI-Angkatan Darat
Selain penghargaan di atas, Abdul Haris Nasution memperoleh Pangkat Kehormatan Jenderal Besar TNI.
Penganugerahan pangkat Jenderal Besar TNI kehormatan kepada Abdul Haris Nasution didasarkan pada Keppres No.46/ABRI/1997, tanggal 30 September 1997.
Pangkat tersebut diberikan atas jasa Abdul Haris Nasution, baik di bidang militer ataupun non militer.
Abdul Haris Nasution wafat di Jakarta pada tanggal 6 September 2000 karena sakit.
Atas jasa yang ia berikan, Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional sesuai Keputusan Presiden No.073/TK/Tahun 2002, tanggal 6 November 2002.(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Profil dan Biodata Jenderal TNI AH Nasution Korban Selamat dari G30S/PKI, Karier Militernya Moncer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jenderal-besar-soeharto-berbincang-dengan-jenderal-besar-ah-nasution_20170410_073557.jpg)