Breaking News:

Nasib Malang Tukang Becak, Bantuan Perbaikan Rumah Tak Cair Sawahnya yang Melayang

Untuk mendapatkan bantuan ia harus membayar Rp 5 juta. Karena tergiur, tetapi tak punya ia pun menggadaikan sawah satu-satunya harta yang dimiliki

(Dok. ISTIMEWA)
Rumah Syarkawi (35) di Desa Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang tak layak huni. 

BANGKAPOS.COM -- Malang benar nasib yang dialami oleh seorang tukang becak, Syarkawi (35) yang tinggal di Desa Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan pembangunan rumah yang diajukannya ke Badan Rekonstruksi Aceh (BRA) tak terlaksana.

Malah dari bantuan ini ia menjadi korban penipuan.

Diceritakan Syarkawi, saat kejadian itu ada seseorang yang ia kenal menawarkan bantuan pembangunan rumah dari program BRA.

Alasannya, orang tersebut prihatin karena mengetahui rumahnya tak layak huni.

Hanya saja untuk mendapatkan bantuan itu, ia diminta untuk membayar uang sebesar Rp 5 juta.

Karena tidak punya uang, saat itu ia relakan sawah sepetak yang ia miliki untuk digadaikan.

“Saya kasih uang Rp 4,5 juta ke dia. Dari total Rp 5 juta yang dia minta. Uang itu uang hasil gadaikan sawah saya. Itu sawah satu-satunya,” sebut Syarkawi per sambungan telepon dengan Kompas.com, Minggu (27/9/2020).

Namun setelah dibayarkan, janji bantuan itu tak juga kunjung didapatkan meski sudah empat tahun menunggu.

Merasa telah ditipu, Syarkawi mengaku sudah berusaha menagih kepada orang tersebut.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved