Breaking News:

WIKI BANGKA

Lima Tips Mengelola Keuangan yang Baik dan Tepat di Tengah Pandemi Covid-19

Kaprodi Bisnis Digital ISB Atma Luhur, Hengki mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, penting sekali mengelola keuangan dengan benar dan tepat.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Uang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kaprodi Bisnis Digital ISB Atma Luhur, Hengki mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, penting sekali mengelola keuangan dengan benar dan tepat.

"Sangat penting, dalam kondisi ekonomi yang tak menentu apalagi saat pandemi covid-19 ini, kita harus pintar mengolah dan membagi komposisi keuangan sehingga jika terjadi resesi ekonomi menjadi kesempatan investasi di surat berharga atau properti," ujar Hengki, Rabu (30/9/2020).

Lebih lanjut, ia menerangkan pengelolaan keuangan yang baik harus dibagi menjadi beberapa pos yang baik juga.

"Menurut saya pada saat seperti ini jika ada uang lebih komposisi yang baik uang cash atau tabungan 50 persen, investasi surat berharga 30 persen, dan emas atau propeti 20 persen," saran Hengki.

Kaprodi Bisnis Digital ISB Atma Luhur, Hengki
Kaprodi Bisnis Digital ISB Atma Luhur, Hengki (Ist/Hengki)

Ia juga membeberkan bila tak mengelola keuangan dengan baik pada masa pandemi Covid-19 ini, kemungkinan terjadi dua hal meliputi:

Pertama, keuangan akan menjadi kondisi tidak baik jika dalam pengelolaan salah apalagi terlilit hutang saat pandemi seperti ini, oleh sebab itu focus kepada kebutuhan bukan pada keinginan semata.

Kedua yang terjadi adalah lolosnya atau hilangnya kesempatan baik memiliki asset yang yang harganya sudah turun drastis misalnya surat berharga seperti saham dan obligasi. Selain surat berharga properti juga sekarang harganya sudah turun sekali.

Adapun tips mengelola keuangan dengan benar dan tepat meliputi :
1. Diversifikasi asset sehingga investasi akan lebih berkembang, bagi asset dalam bentuk tunai, saham, emas, dan property
2. Harus sering update berita terutama yang ingin mencari kesempatan investasi di pasar modal
3. Kurangi resiko investasi jika asset sudah turun sekitar 10-20 persen
4. Disaat pandemi atau resesi cash adalah raja
5. Jangan membeli keinginan tetapi keperluan

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved