Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

Bank Sumsel Babel Fokus Bisnis Dengan Libatkan 3P Selama Pandemi

Menghadapi resesi di tengah pandemi saat ini Bank Sumsel Babel fokus untuk melalukan bisnis dengan melibatkan 3P yakni People, Process dan Performance

Penulis: Sela Agustika |
bangkapos.com
Achmad Syamsudin, Direktur Utama Bank Sumsel Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menghadapi resesi atau gejolak ekonomi di tengah pandemi saat ini Bank Sumsel Babel fokus untuk melalukan bisnis dengan melibatkan 3P yakni People, Process dan Performance.

"Selama pandemi, kita fokus kepada karyawan dan nasabah agar terhindar dari Covid-19 sehingga kita berupaya untuk selalu menjaga dengan menerapkan aturan-aturan yang ada, kedua kita berupaya untuk perbaiki prosesnya dan kedepannya akan lebih ke digital, tetapi tetap ada cabang nasional, dan ketiga kami tetap jaga performance yang sudah menjadi target sampai Desember 2020," ungkap Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, Kamis (1/10/2020).

Diakuinya selama pandemi sejak bulan Maret hingga Agustus saat ini bisnis perbankan dan usaha terus menurun.

Namun saat ini pihaknya masih terus berkomitmen, dimana ditengah situasi pandemi aset Bank Sumsel Babel masih mengalami peningkatan Rp2 triliun pada bulan Agustus 2020 dibandingkan bulan Agustus 2019.

"Aset bank kita mencapai 28 poin Rp8 triliun, artinya meningkat Rp2 triliun, begitu juga kredit dan laba yang saat ini juga meningkat. Artinya bank kita ini bisa menghadapi masalah saat ini, walaupun badai tetap berlalu tetapi kita tetap optimis, dan kemungkinan September masih minus tapi sudah mulai mengecil," ujar Achmad Syamsudin.

Dia mengungkapkan secara tradisional Cabang Bank Sumsel Babel yang ada saat ini mulai tumbuh.

"Kita mendapat penghargaan the best untuk cabang Bank Sumsel Babel di nasional. Jadi poin atau PR kita saat ini yaitu meningkatkan layanan digital," kata Achmad Syamsudin.

Telah berkiprah selama 63 tahun, Bank Sumsel Babel terus berkontribusi untuk menjadi lebih baik.

"Kita berharap kedepan menjadi bank besar, yakni dengan menjadi kebanggaan masyarakat baik dari ukuran sistem IT, SDM dan lainnya. Kedepannya kita bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan menurunkan kemiskinan dengan bentuk mendorong UMKM," tuturnya.

Sementara itu, untuk melantai di bursa, saat ini pihaknya masih terus belajar.

"Kita harus belajar dan transparasi, untuk cita-cita atau rencana ada, tapi harus bertahap walaupun nanti 5 tahun atau 6 tahun kedepan akan kesana, yang mana konsep-konsep transparasi ini harus kita tetapkan supaya menjadi bank yang orang lain bisa liat baik dari sisi profesionalnya ataupun lainnya, disini kita harus mengubah mentalnya dulu," kata Achmad Syamsudin.

(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved