Breaking News:

Mahfud MD Beberkan Fakta soal Kasus Pendeta Yeremia di Papua: Pemerintah Selalu Dihalangi

Tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani, hingga kini masih dianggap kesalahan TNI oleh warga Papua. Apalagi setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)....

TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Keganasan gerombolan separatis teroris Papua berlanjut di Hitadipa. Setelah memakan korban warga sipil beberapa hari yang lalu, 1 diantaranya tewas di tempat dan menembak 2 TNI. Kini giliran pendeta Yeremia Zanambani, yang jadi korban keganasan gerombolan ini. Kejadian ini menambah daftar Panjang korban keganasan KKSB Papua yang sedang mencari perhatian menjelang SU PBB tanggal 22-29 September mendatang. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

BANGKAPOS.COM -- Tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani, hingga kini masih dianggap kesalahan TNI oleh warga Papua.

Apalagi setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyebar info jika TNI lah pelakunya.

Hal ini membuat TNI seolah ingin dibenturkan dengan warga Papua oleh KKB.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam ) Mahfud MD mengatakan hingga saat ini pemerintah kesulitan untuk memeriksa jenazah Pendeta Yeremia Zanambani yang ditemukan tewas di Kabupaten Intan Jaya beberapa waktu lalu.

Mahfud mengatakan, selama ini pemerintah selalu dihalangi oleh pihak keluarga untuk memeriksa Pendeta Yeremia Zanambani.

Viral, Detik-detik Baim Bocah Hafal Al-Quran Hembus Nafas Terakhir, Pesannya Bikin Nangis

Erick Tohir Blak-blakan Bongkar Jumlah Gaji Jabatan Menteri BUMN: Kayaknya Nombok Deh

Wanita ini Langsung Kesurupan Kepergok Mesum di Toilet, si Pria Sibuk Pakai Celana saat Diinterogasi

Namun demikian, kata Mahfud, KKB dengan mudah mendekati jenazah untuk mengambil foto dan menyebarkan foto-foto jenazah di tempat kejadian perkara serta menyebarkannya.

"Kata mereka itu TNI yang melakukan, kata TNI bukan, dan sebagainya. Sementara faktanya sampai kemarin sampai sekarang kita tidak pernah punya akses untuk memeriksa jenazah. Keluarganya tidak boleh. Sementara KKB itu menyiarkan foto jenazah tentang terbunuhnya orang ini, lalu dikatakan TNI yang melakukan. Itu kan tidak benar," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020).

Kadangkala, kata Mahfud, masyarakat disesatkan oleh narasi yang dibuat secara sepihak dan diprovokasi dengan gambar-gambar ketika Pendeta Yeremias tersungkur.

Karenanya hingga saat ini masih dilakukan sejumlah upaya secara baik dan secara damai.

"Polisi dan TNI saya minta selesaikan itu secara cepat tapi jangan sampai ada korban," kata Mahfud.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved