Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penertiban Kawasan Eks Lokalisasi Teluk Bayur, Molen: Kita Enggak Main-main Lagi

Molen menyebutkan, mengenai rencana pembangunan di kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur akan dibahas dalam jangka panjang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) usai menghadiri peluncuran aplikasi transaksi nontunai atau QRIS di Soll Marina Hotel Bangka, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Kamis (1/10/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pihak Dinas Sosial Kota Pangkalpinang memberi waktu satu minggu bagi para wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, untuk meninggalkan dan mengosongkan kawasan tersebut.

Jika hal itu tidak diindahkan, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Prostitusi dan Perbuatan Asusila.

Pelanggar Perda Kota Pangkalpinang Nomor 2 Tahun 2018 akan dipidana paling lama tiga bulan, atau pidana denda sebesar Rp 25 juta untuk PSK, dan untuk germo bakal dipidana paling lama enam bulan, atau pidana denda sebesar Rp 50 juta.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, jika nanti sudah lebih dari satu minggu, pihaknya akan terus memantau kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur.

"Kita akan terus pantau apakah masih beroperasi atau tidak. Kalau mereka masih terus beroperasi, sesuai perjanjian kemarin, mereka siap didenda sesuai dengan perda kita kemarin," kata Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (1/10/2020).

"Kalau mereka masih ada akan kami tertibkan kembali. Siapa yang lebih kuat, kita atau dia, kita enggak main-main lagi soalnya kali ini," ujarnya.

Molen menyebutkan, mengenai rencana pembangunan di kawasan eks lokalisasi Teluk Bayur akan dibahas dalam jangka panjang.

"Yang pertama sekali kita amankan dahulu saja itu barangnya," ucapnya.

"Mereka jangan sampai buka kembali, itu yang paling penting. Kalau mereka sudah aman, baru akan kita pikirkan pembangunan berikutnya," tutur Molen.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang Suparlan Dulaspar mengatakan, kawasan eks lokalisasi di Teluk Bayur ke depan akan dijadikan pusat bisnis di Pangkalpinang.

Namun, Suparlan belum dapat memastikan kapan hal itu bisa direalisasikan.

"Perencanaan ke depannya memang kalau kawasan terlarang itu sudah tutup ke depannya kawasan itu akan dijadikan central business district (CBD), pembangunan pusat perbelanjaan. Sungainya ditata lagi menjadi Teluk Bayur Bay," katanya kepada Bangkapos.com, Senin (28/9/2020).

"Rencana ini memang sudah lama, tetapi kapan untuk terealisasikannya itu kami belum tahu pasti. Tergantung kebijakan wali kota nantinya, bisa jadi ada perbedaan nantinya," ujar Suparlan.

Jika nanti central business district dapat terealisasi, lanjut dia, perumahan di kawasan tersebut akan direalokasi.

"Kawasan di sana nantinya akan kita realokasi, kalau sesuai rencana nantinya," ucap Suparlan. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved