Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gelar Sosialisasi Monica Harpinda Sebut Pangkalpinang Zero Stunting

Ketua PKK Pangkalpinang Monica Haprinda memberikan sosialisasi pentingnya pencegahan stunting di Posyandu Kelurahan Kejaksaan

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Ketua PKK Pangkalpinang, Monica Harpinda saat memberikan sosialisasi di Posyandu, Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Jum'at (02/10/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ketua PKK Pangkalpinang Monica Haprinda memberikan sosialisasi pentingnya pencegahan stunting di Posyandu Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Jum'at (02/10/2020).

Dalam kesempatannya Monica mengungkapkan pentingnya pencegahan stunting, terutama kepada ibu-ibu yang memiliki anak dibawah umur dua tahun.

"Benar-benar harus paham dan dijaga dari masa kehamilan sampai umur dua tahun, jadi kalau ditotal itu ada 1000 hari. Semoga program ini menjadi acuan dan contoh bagi ibu-ibu untuk mengatur menu yang tepat, gizi yang tepat selama masa hamil, menyusui dan anaknya yang berumur dua tahun," ujar Monica Harpinda.

Untuk stunting sendiri merupakan masalah kurangnya gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama.

Hal ini membuat gangguan pertumbuhan pada anak yang tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

"Ini merupakan program PKK provinsi dan Kota juga,  jadi pemberiannya bergilir. Bertujuan untuk mencegah Pangkalpinang dan Bangka Belitung dari kasus stunting, jadi stunting itu adalah gagal pertumbuhan pada anak," jelasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi juga terlihat, beberapa makanan bergizi atau cemilan bergizi dengan berbahan dasar sayuran

Lebih lanjut untuk kasus stunting di Kota Pangkalpinang, Ketua PKK Pangkalpinang ini mengungkapkan Kota Pangkalpinang hingga saat ini masih zero stunting.

"Kalau Pangkalpinang kita zero stunting, kalaupun ada dia bukan stunting yang parah mungkin kurang berat badan. Tapi kalau stunting yang kepalanya besar, kurus kayak benar-benar busung lapar itu kita gak ada," tegasnya.

Namun walaupun demikian Monica Harpinda mengaku masih ada beberapa kekurangan, terhadap penyampaian informasi stunting akibat terkendala pandemi Covid-19.

"Sebenarnya lebih efektif langsung ke rumah-rumah masyarakat, tapi karena Covid-19 kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi diberikan ke Posyandu karena anak-anak atau ibu hamil itu kan imunnya tidak kuat, rentan tertular jadi kita menghindari hal itu," ungkapnya.

Sementara itu mengenai respon masyarakat menunjukkan antusiasme, usai pada sosialisasi tersebut terdapat sekitar belasan ibu-ibu yang datang dengan membawa serta anaknya untuk mengikuti sosialisasi.

"Respon masyarakat senang, tapi karena kita Covid-19 jadi kita kasih per posyandu. Selain itu saya ingatkan juga jangan lupa cuci tangan pakai masker, sampai rumah mandi lalu minum vitamin jaga iman dan imun kita," tutupnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved