Breaking News:

Kisah Mengerikan Peter Stumpp, si Manusia Serigala yang Tega Mangsa Anak Sendiri

Korbannya bahkan hampir tidak punya waktu menjerit ketika berjumpa dengan Stumpp

Editor: Iwan Satriawan
Wikimedia Commons
Ilustrasi manusia serigala. 

BANGKAPOS.COM- " Manusia serigala Peter Stumpp menyelinap ke hutan di pinggir desa. Dia memakai ikat pinggangnya dan merasakan gemuruh amarah membara di dalam dirinya.

Ketika korban yang dia sasar meninggalkan kerumunan dan berjalan ke arahnya, dia merasa itu kesempatannya.

Korbannya bahkan hampir tidak punya waktu menjerit ketika berjumpa dengan Stumpp yang sudah "berganti tubuh" menjadi serigala.

ilustrasi serigala
ilustrasi serigala (Mirror)

Setelah perbuatan kejinya selesai, Stumpp meninggalkan korbannya begitu saja di tanah dan menyelinap kembali ke hutan, melepas ikat pinggang dan kembali dalam bentuk seorang pria.

Ketika dia kembali ke desanya, dia bahkan menyapa siapapun yang dia temui dengan ramah."

Kisah tentang manusia serigala, Peter Stumpp yang membuat perjanjian dengan iblis begitu santer setelah karya Augustus Montague Summers, seorang sarjana sastra sekaligus pendeta yang memiliki minat pada okultisme, aliran mistis dan gaib, mengangkatnya dalam sebuah karangan.

Summers, terilhami dari 16 halaman pamflet yang merinci tindak kriminal dan eksekusi Stumpp dalam publikasinya tahun 1933 berjudul " Manusia Serigala dalam Tradisi Lisan dan Legenda".

Pada masyarakat Jerman abad 16, hewan serigala sendiri adalah hewan yang dibenci sekaligus ditakuti. Itu menjadi alasan logis, mengapa banyak orang melakukan praktik sihir dan ilmu hitam dan mencampur 'unsur serigala' dalam aksi mereka.

Namun, apakah manusia berwujud serigala itu benar-benar ada ataukah hanya histeria belaka? Apakah itu adalah suatu fenomena yang lahir dari percampuran antara keyakinan pada klenik dan ketakutan sosial?

Bagaimana pun, sejarah mencatat peristiwa kelam itu telah diperbuat oleh manusia serigala dengan bukti korban-korban tewas yang dibunuh dan diperkosa secara brutal. Meski begitu, rupanya, fakta tentang Stumpp lebih buruk ketimbang kisah fiksinya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved