Arti Mimpi Bisa Berupa Bisikan Hati, Ditakuti Setan dan Kabar Gembira
Sesuatu yang dilihat orang dalam tidurnya bisa memilki arti, namun juga bisa tidak selalu memiliki arti.
BANGKAPOS.COM - Semua orang pasti pernah mengalami mimpi dalam tidurnya.
Banyak orang bertanya-tanya apa arti mimpi yang dialaminya.
Bagi sebagian orang, mimpi seringkali dianggap sebagai bunga tidur sehingga kadang diabaikan begitu saja.
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan emosi, perasaan, pikiran, pengelihatan, pendengaran, dan indra lainnya yang terjadi pada saat kita sedang tidur.
• Berbagai Arti Mimpi Menurut Islam: Mimpi Digigit Ular hingga Mimpi Bertemu Orang Sudah Meninggal
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, mimpi adalah kejadian yang dialami ketika tidur. Mimpi dapat dikatakan sebagai bunganya orang tidur.
Tapi ada lo mimpi yang benar-benar memiliki arti bagi orang yang mengalaminya.
Arti Mimpi Menurut Islam
Dilansir Bangkapos.com dari beberapa sumber, dalam Islam, ada mimpi - mimpi yang menjadi isyarat tertentu.
Rasulullah SAW bersabda:
الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله
Artinya: “Mimpi itu terbagi menjadi tiga macam : Bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari)
Hadits ini jelas menggambarkan bahwa mimpi juga bisa berarti pesan yang disampaikan kepada kita. Sesuatu yang dilihat orang dalam tidurnya bisa memilki arti, namun juga bisa tidak selalu memiliki arti.
1. Mimpi yang berarti kabar gembira dari Allah
Mimpi terkadang bermakna sebagai kabar gembira dari Allah. Kejadian ini sering dialami para nabi.
Bahkan satu di antara mukjizat yang diberikan kepada para nabi, salah satunya adalah mampu menafsirkan mimpi. Kelebihan itu adalah mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf pernah bermimpi melihat bulan, matahari dan sebelas bintang yang bersujud kepadanya.
Arti dari mimpi itu bermakna bulan adalah ibunya, matahari adalah ayahnya dan 11 bintang adalah saudaranya,. Mereka semua akan sujud kepada Beliau karena beliau diangkat menjadi nabi besar oleh Allah SWT.
Selain itu, sebagian dari para nabi menerima wahyu dan petunjuk dari Allah SWT melalui mimpi. Contohnya Nabi Ibrahim yang diberikan perintah oleh Allah untuk menyembelih anaknya (Ismail) melalui mimpi.
Allah berfirman dalam Al-Quran surat As-Saffat ayat 102:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya:
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku (Ismail), sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku diperintahkan untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?”
Dia (Ismail) mnjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah engkaku akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. As-Saffat ayat 102).
Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim mmendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya Ismail. Sebagai wujud ketaatannya kepada Allah, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah yang diperolehnya melalui mimpinya tersebut.
Beliau meminta pendapat anaknya (Ismail) untuk menyembelihnya dan Ismail menyetujuinya. Namun akhirnya, Allah menggantinya dengan seekor domba dari surga.
Begitu pun Nabi Muhammad SAW sering bermimpi ketika menerima wahyu dari Allah SWT.
2. Mimpi yang bermakna bisikan hati
Mimpi seperti ini adalah mimpi yang muncul saat tidur karena orang yang bermimpi tersebut memiliki angan-angan atau pikiran yang kuat sebelum tidur.
Misalnya, orang yang berharap mendapatkan uang banyak. Sebelum tidur, ia membayangkan uang tersebut untuk membeli kebutuhan yang diperlukannya. Nah, biasanya angan-angan kuat tersebut terbawa dalam mimpi saat sedang terlelap tidur.
Begitu juga orang yang sedang memilki banyak masalah berat. Ia akan susah tertidur dan seandainya bisa tidur, ia akan bermimpi hal-hal yang membuat dirinya gelisah.
Mimpi yang bermakna bisikan hati ini tidak memiliki makna apapun, selain sebagai bunga tidur semata.
3. Mimpi yang berasal dari bisikan setan
Manusia tidak terlepas dari godaan setan. Makhluk ingkar tak kasat mata selalu hadir dalak kehidupan seseorang.
Ia menggoda manusia agar mengikuti keinginannya untuk ingkar kepada Tuhan.
Godaan setan bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk saat seseorang sedang menjalankan shalat dan tidur.
Nah, ketika seseorang sedang tidur, setan bisa masuk ke dalam mimpi untuk membisikkan hal-hal jahat.
Ketika bisikan itu ditiup setan, seseorang akan mengalami mimpi buruk, misalnya mimpi dikejar ular, mimpi terjadi kebakaran dan sebagainya.
Untuk itu kita dianjurkan untuk senantiasa membaca doa sebelum tidur agar dujauhkan dari godaan setan selama kita tidur.
Agar Terhindar dari Mimpi Buruk
Islam mengajarkan tata cara yang dilakukan agar seseorang tidak mengalami mimpi buruk. Begitupun cara ketika seorang mengalami mimpi buruk.
Hal pertama adalah membaca doa. Doa adalah satu di antara amalan sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan oleh seorang muslim.
Berdoa adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT.
Membaca doa sebelum tidur agar terhindar dari gangguan makhluk hidup berbahaya dan godaan setan.
Selain itu, membaca doa bangun tidur juga memiliki keistimewaan tersendiri.
Kedua, Rasulullah SAW menganjurkan agar kita melupakan mimpi yang terjadi pada kita, karena hal tersebut sesungguhnya lebih baik bagi kita.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda :
“Apabila kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri 3 kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemudian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.” (HR. Bukkhari dan Muslim).
Dalam ajaran Islam juga terdapat hadits yang melarang agar kita tidak menceritakan mimpi yang kita alami kepada siapapun. Seperti kisah seorang Arab Baddui berikut ini;
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Seorang Arab badui datang menemui Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya.” Rasulullah pun mengatakan “Janganlah kaku ceritakan kepada orang lain kelakuan setann yang mempermainkan dirimu di alam mimpi.” Setelah kejadian itu, aku mendengar Rasulullah menyampaikan dalam khutbahnya : ”Jangan sekali-kali kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan kalian dalam alam mimpi.” (HR. Muslim)
( Bangkapos.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-ilustrasi-tidur.jpg)