Breaking News:

FAKTA Dinas Pendidikan Babel Wajibkan Siswa Baca Buku Felix Siaw, M Soleh Minta Maaf, PWNU Bersikap

FAKTA Lengkap Dinas Pendidikan Babel Wajibkan Siswa Baca Buku Felix Siaw, M Soleh Minta Maaf

FACEBOOK
Ustadz Felix Siauw 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M Soleh mengaku bersalah dan meminta maaf terkait instruksi kepada siswa SMA/SMK se-Babel untuk wajib membaca buku Muhammad Alfatih 1453.

Keputusan itu telah membuat gaduh dan polemik di tengah masyarakat lantaran pengarang buku tersebut Felix Siauw, disebut-sebut sebagai aktivis sebuah ormas terlarang.

“Pertama kami mohon maaf atas khilaf dan salah karena ketidaktahuan kami kalau buku Muhammad Al Fatih tersebut karya aktivis ormas terlarang," kata M Soleh kepada Bangka Pos di ruang kerjanya, Jumat (2/10/2020).

Ia membenarkan melalui Surat Kepala Dinas Pendidikan No.420/1109.f/DISDIK, telah menginstruksikan seluruh peserta didik SMA/SMK di Bangka Belitung untuk membaca buku Muhammad Al Fatih 1453, karya Felix Siauw.

Kemudian, para peserta didik diminta merangkum isi buku tersebut dengan gaya bahasa masing-masing. Hasil dari rangkuman buku tersebut agar dikumpulkan ke sekolah masing-masing.

Selanjutnya, pihak sekolah diminta melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada Cabang Dinas Pendidikan Babel yang selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan tingkat provinsi paling lambat 18 Desember 2020.

Namun, belum sempat dilaksanakan, Dinas Pendidikan Babel kembali menerbitkan surat pembatalan, pada tanggal 1 Oktober 2020 untuk membaca buku Muhammad Al Fatih ditandatangi Kepala Dinas Pendidikan Babel M Soleh.

Soleh membeberkan alasan mewajibkan siswa membaca buku Muhammad Al Fatih untuk meningkatkan literasi dan survei karakter para siswa di tengah pandemi Covid-19 mengingat tahun ini akan diadakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

"Karena kondisi Covid-19 ini kami memberikan tugas dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi. Apalagi, tahun ini ada Ujian Nasional digantikan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Nah, yang diukur di sini adalah kemampuan literasi, kemampuan numerasi dan salah satunya survei karakter," ujarnya.

Soleh mengenakan baju batik lengan panjang dominan warna kuning menambahkan, Dinas Pendidikan Babel hanya ingin memberikan pengetahuan sejarah terkait perjuangan Muhammad Al Fatih.

Halaman
1234
Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved