Breaking News:

Perlukah Status Halal pada Vaksin COVID-19, Menyusul Uji Klinik di Indonesia

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim, kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya aspek hala

Perlukah Status Halal pada Vaksin COVID-19, Menyusul Uji Klinik di Indonesia
IST/dok pribadi
dr Annette MSc Phd

Di sini, karena tidak ada trypsin yang digunakan, maka tidak perlu meragukan kehalalannya.

Selain vaksin dengan virus terinaktivasi, ada lagi vaksin yang mengandung beberapa antigen virus saja, bukan keseluruhan virus, biasanya adalah protein rekombinasi yang diproduksi Sanofi dan Novavax.

Untuk memproduksi protein rekombinasi, biasanya kita menggunakan bakteri sebagai sel inang pertumbuhan plasmid yang mengkode material genetik untuk protein rekombinasi tersebut. Kemudian protein akan diproduksi oleh bakteria tersebut.

Setelah dipanen, maka dipilih protein yang dikehendaki dan diisolasi. Pada produksi vaksin tipe ini, tidak diperlukan trypsin.

Mengapa ada Aspek Halal pada Vaksin?

Apakah vaksin tersebut halal? Apakah bisa digunakan di negara mayoritas muslim, seperti Indonesia.

Untuk memproduksi vaksin, maka sel inang akan dibiakkan terlebih dahulu dari tempat yang kecil, lalu dipindahkan ke tempat yang lebih besar, lalu ke tempat yang semakin besar.

Berhubung sel vero yang digunakan pada produksi Sinovac ini adalah sel yang menempel pada permukaan tempat perkembangbiakannya, maka untuk melepaskannya diperlukan trypsin, yaitu sejenis protein yang bisa memisahkan sel dari tempat menempelnya, juga dari sel di sekelilingnya.

Trypsin adalah protein yang berasal dari pankreas babi. Hingga saat ini trypsin yang digunakan oleh teknologi dan industri hanya yang berasal dari babi, karena belum tersedianya trypsin dari sapi yang aman dan efektif.

Masalah pun muncul karena trypsin yang digunakan berasal dari pankreas babi. Padahal trypsin yang digunakan sangat sedikit (0.0001%) dan harus ditambahkan dengan serum dari sapi agar aktivitas trypsin berhenti.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved