Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Kemenag Pangkalpinang Lakukan Monev dan Bimtek di 18 RA/Madrasah

Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) membentuk Tim guna melakukan Monitoring

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Kemenag Pangkalpinang Lakukan Monev dan Bimtek di 18 RA/Madrasah
Ist/Kemenang Pangkalpinang
Kepala Seksi Penmad Kemenag Kota Pangkalpinang, Ultra Tistawati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) membentuk Tim guna melakukan Monitoring dan Evaluasi pengembangan dan pelakasanaan kurikulum RA/Madrasah dan kurikulum darurat masa Pandemi Covid-19, di 18 Madrasah.

Kegiatan ini, mulai dari jenjang Raudhatlul Athfal hingga jenjang Tsanawiyah di daerah Kota Pangkalpinang, selama 9 hari, mulai dari Senin, (21/9/2020) sampai dengan Jum’at (2/10/ 2020)

Kegiatan yang merupakan salah satu bentuk inovasi Seksi Penmad Kemenag Kota Pangkalpinang sebagai wujud pelaksanaan tugas dan fungsinya guna meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah ini, dilaksanakan oleh sebuah tim dibawah komando langsung Kepala Kantor, H. Abdul Rohim dengan melibatkan Kasubbag Tata Usaha, Pengawas Madrasah dan Kepala Seksi beserta seluruh staf Seksi Penmad.

Selain Monev pengembangan dan pelaksanaan kurikulum, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, juga dilakukan pembinaan terhadap Kepala dan guru-guru Madrasah, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara Daring, yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para guru madrasah.

Sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan dan keberhasilan pelaksanaan pendidikan pada madrasah, khususnya di daerah Kota Pangkalpinang.

Dari hasil pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Seksi Penmad Kemenag Kota Pangkalpinang, Ultra Tistawati mengungkapkan secara umum, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan pada RA/Madrasah di lingkungan Kota Pangkalpinang sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Diungkapkannya, dari 18 Madrasah yang dikunjunginya bersama dengan tim, ditemukan ada tiga madrasah yang belum melengkapi kurikulum satuan pendidikan maupun kurikulum daruratnya.

“Namun demikian, hampir 90 persen Madrasah yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang, sudah menyusun kurikulum satuan pendidikan maupun kurikulum darurat yang meskipun menurut penilaian tim, penyusunan kurikulum tersebut belumlah bisa dikatakan sempurna. Sehingga tim monev harus memberikan bimbingan demi tersedianya kurikulum satuan pendidikan di setiap Madrasah yang lebih baik dan sempurna, sesuai dengan kebutuhan siswa di masa pandemic ini,” ungkap Ultra dalam rilis, Sabtu (3/10/2020).

Ditegaskannya pula, dalam mengembangkan kurikulum, para guru dan Kepala Madrasah harus tetap mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan, antara lain : SK Dirjen Pendis no 6980 tahun 2019 untuk MI, SK Dirjen Pendis no 6981 tahun 2019 untuk MTs, SK Dirjen Pendis no 6982 tahun 2019 untuk MA reguler dan SK Dirjen Pendis no 2761 tahun 2020 untuk RA.

Terkait teknis pelaksanaan Monev tersebut, Ultra menjelaskan, terlebih dahulu tim memonitor kurikulum yang ada pada satuan pendidikan (RA/Madrasah) yang dikunjungi, serta melakukan evaluasi terhadap hasil monitoring, baru kemudian melakukan analisis terhadap kekurangan yang terjadi dalam pengembangan maupun pelaksanaan kurikulum tersebut.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved