Senin, 18 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Kenapa Tanaman Janda Bolong Mahal? Ternyata Punya Keunikan Ini

Daun monstera yang baik, biasanya terdapat lubang-lubang yang menjadi ciri khasnya

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos/Andini Dwi Hasanah
Monstera Adansonii Variegata atau yang lebih dikenal dengan sebutan Janda Bolong 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Saat ini jenis tanaman yang sedang tren dan menjadi buruan masyarakat adalah Monstera Adansonii Variegata atau yang lebih dikenal dengan sebutan Janda Bolong.

Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Hasan Rumata mengatakan, popularitas monstera beberapa waktu terakhir meningkat pesat.

Menurutnya ada beberapa alasan kenapa tanaman janda bolong ini mendadak jadi mahal, satu di antaranya adalah adanya kombinasi warna putih dan hijau pada daun Janda Bolong.

"Selain itu, ada beberapa kondisi yang menentukan mahal tidaknya harga tanaman. Pertama adalah kondisi daunnya. Daun monstera yang baik, biasanya terdapat lubang-lubang yang menjadi ciri khasnya," kata Hasan kepada Bangkapos.com, Senin (5/10/2020)

Dia menyebutkan, tanaman ini sudah dikenal di kalangan pencinta tanaman hias. Bentuknya yang unik, biasa digunakan untuk memperindah ruangan.

"Banyak juga tanaman ini kita temukan di cafe-cafe atau tempat nongkrong yang bernuansa minimalis, kemudian, kondisi akar juga haruslah kuat. Jumlah daun juga menentukan harga. Jika ukurannya sudah cukup besar pasti akan menentukan harga jualnya," jelasnya.

Menurutnya, harga tanaman janda bolong melambung naik karena saat ini banyak peminatnya namun tanaman terbatas, apalagi untuk wilayah Babel.

"Kita juga belum riset ya apakah tanaman ini memang asalnya ada juga di Babel atau tidak, saya rasa harganya mendadak jadi mahal itu karena tanamannya sedikit peminatnya banyak," sebutnya.

Dia menuturkan, fenomena serupa pernah terjadi saat harga Anthurium atau Gelombang Cinta meroket pada 2007 silam.

"Namun popularitasnya diprediksi bisa menurun, jika sudah banyak yang produksi tanaman ini, maka akan mengakibatkan harga di pasaran menjadi turun lagi, kadangkan banyak yang hanya musiman dan ikut-ikutan," ujarnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved