Breaking News:

UU Cipta Kerja

Soal UU Cipta Kerja, Begini Komentar Warga Pangkalpinang

Pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang kemarin Senin (5/10/2020) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Ilustrasi Penolakan Omnibus Law: Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/7/2020) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang kemarin Senin (5/10/2020) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI,mengundang pertentangan warga, terutama para pekerja.

Syahril satu di antara warga mengaku terkejut ketika melihat pemberitan di media sosial terkait pengesahan RUU Cipta Kerja ini. Bahkan dirinya sempat mengupdate status yang beriskan tentang kekcewaan terhadap keputusan RUU Cipta Kerja ini.

"Ketika wabah belumlah surut. Ditambah lagi kontroversi yang menimbulkan carut marut. Dengan berdalih menyelamatkan mereka agar tidak bangkrut. 

Tanpa memikirkan minoritas yang tak berkuasa yang semakin mengkerut.

Sayang sekali dunia belum berpihak kepada kita yang berjuang demi isi perut.

Postingan ini atas dasar pikiran saya yang kusut," tulis Syahril dalam postingan Whatsappnya usai mengetahui pengesahan RUU Cipta Kerja, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya  beberapa hal yang terurai dari UU Cipta Kerja tersebut dapat merugikan, menyulitkan bahkan membunuh rakyat, terutama para buruh.

"Apalagi kita masih berada di masa pandemi. Sebenarnya cukup dengan peraturan yang kemarin setidaknya tidak membuat gaduh seperti sekarang,"ujar Syahril.

Dia mengakui meskipun saat ini dirinya belum bergabung ke instansi pemerintah atau swasta, namun tidak menutup kemungkinan, kedepanya akan bergabung ke dunia pekerja.

"Selama ni ku lom (saya belum _red) pernah kerja di intansi pemerintah atau swasta, karena memang ku pekerja seni.
Namun dak menutup kemungkinan, karena ku juga ad niat nek terjun dalam dunia kerja tersebut,"ucap Syahril, Selasa (06/10/2020).

Tekait hal tersebut dia berharap agar pemerintah dan petinggi negara dapat merevisi kembali RUU Cipta Kerja.

"Kita berharap agar UU Cipta Kerja ini segera direvisi. Minimal masyarakat indonesia bertahan hidup di masa pandemi ini. Jangan ada kesan ambil kesempatan dalam kesempitan," katanya.

Lebih lanjut, Carol satu diantara pegawai swasta yang mengaku tidak setuju terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja.
"Ku belum lihat secara keseluruhan isi UU Cipta Kerja,  tetapi sudah lihat sebagian kecil, yang mana ini dampak ke pegawai/pekerja  terlalu buruk,"ungkap Carol.

Menurutnya, dengan adanya RUU Cipta Kerja ini bukan membuat para pekerja makin sejahtera, justru terkesan membunuh secara perlahan.

"Yang jelas kalau ku pribadi dak bakal setuju dengan RUU Cipta Kerja ini disahkan, tapi kalo kedepan e beneran disahkan ya harus gimana, semoga ada jalan keluar yang baik," katanya.(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved