Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Belajar Tahfiz Al-Quran, Eva Berharap Anaknya Jadi Syafaat bagi Orangtua

Yang saya rasa ketika saya menyekolahkan anak saya di sekolah agama seperti ini, mereka salat itu tepat waktu, adab mereka ke orangtua

(Ist/ Eva)
Putra Eva sedang belajar dan membacakan ayat suci Al-Quran 

BANGKAPOS.COM -- Beberapa tahun terakhir tumbuh sekolah-sekolah di Bangka Belitung yang menjalankan Program Tahfiz Al-Quran.

Satu diantara orangtua, Eva (33) sangat antusias dan berniat sejak lama ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang menyelenggarakan program tersebut.

"Supaya anak hafal Al-Quran, menjadi syafaat untuk orangtua dan amal jariyah kita ngalir. Karena salah satu amal jariyah ketika kita (orangtua-red) wafat adalah memiliki anak yang soleh," ujar ibu dua anak ini, Rabu (7/10/2020).

Putra pertama Eva yang berusia 8 tahun saat ini duduk di kelas 2 sekolah dasar di SDIT At Tauhid, diakuinya sang anak sudah bisa menghafal sebanyak dua juz, hal ini tentu menjadi kebanggaan dirinya sebagai orangtua.

Sedangkan putra kedua (5) juga mengikuti jejak sang kakak bersekolah di TK Permata Sunnah yang menerapkan program hafidz Al-Quran, dan baru bisa menghafal surat-surat pendek pada juz 30.

"Yang saya rasa ketika saya menyekolahkan anak saya di sekolah agama seperti ini, mereka (anak-anaknya-red) salat itu tepat waktu, adab mereka ke orangtua Alhamdulillah terasa, mereka lebih menurut," jelas Eva.

Warga yang berdomisi di Pangkalpinang ini mengaku sangat bersyukur bisa menyekolahkan anaknya pada sekolah yang mengajarkan tentang agama, walaupun dengan tarif pendidikan yang mungkin berbeda dari sekolah biasa.

"Kalau tarif sesuai dengan apa yang kita dapat, jadi tidak mahal. Mereka belajar dengan kita belum tentu bisa seperti itu. Jadi tidak terbayarlah dengan nominal yang hanya segitu," kata Eva.

Ia berharap kedua anaknya nanti yang paham dengan agama, sunnah-sunnah rasullulah dan akidah yang benar.

Sementara itu, Subron (51) mengatakan menyekolahkan putra pertamanya berusia 13 tahun di Pesantren Hidayatus Salikin Pasir Padi Pangkalpinang agar sang anak memiliki pribadi yang lebih baik.

"Untuk pendalaman agamanya biar jadi kokoh, tantangan kedepannya cukup berat seperti pergaulan bebas, penggunaan narkoba kemudian tehnologi terus berkembang. Kalau di pesantren mereka lebih bisa dikondisikan untuk menjauhi hal tersebut karena tak bisa kemana-mana," kata ayah tiga anak ini.

Bahkan diakuinya, dua anaknya nanti pun direncanakan akan belajar di pesantren juga.

Sebab tak ia pungkiri, setelah anak pertamanya menjalani pendidikan di sekolah yang mengutamakan pelajaran agama ini adanya perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.

"Iya ada perubahan, dulunya dinasehati susah sering menjawab sekarang dia lebih diam dan nurut. Kalau untuk menghafal Al-Quran, saya tidak terlalu menekankan di bagian tersebut, yang penting dia selamat dari pergaulan bebas dan menjadi pribadi yang lebih baik," tutur Subron.

(Bangkapso.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved