Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kemenag Babel: Program Tahfidz Alquran Bagus Diterapkan Demi Kebaikan Anak

Orangtua dan lembaga pendidikan khususnya agama ingin anak-anak disibukkan pada jam belajar dengan adanya aktivitas menghafal Alquran.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Bangka Belitung, Muhammad Ridwan 

BANGKAPOS.COM -- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengatakan sampai saat ini hampir 60-70 persen di Madrasah (MI, MTS, MAN) dan 90 persen di Pondok Pesantren sudah menjalankan Program Tahfidz Alquran.

"Kalau di Pondok Pesantren disamping pelajaran agama, kitab kuning tetapi ada tahfidznya. Kalau di Madrasah sekitar 60-70 persen sudah mulai dijalankan," ujar Ridwan, Rabu (7/10/2020).

Lebih lanjut, ia menyebutkan untuk sekolah khusus tahfidz tidak terdaftar di Kemenag namun yang terdaftar itu adalah lembaga pendidikannya seperti Madrasah atau Pondok Pesantren yang memang dalam kegiatan di sekolah tersebut yang menyelenggarakan Program Tahfidz Alquran.

"Karena memang program tahfidz ini penting serta menjadi satu ikon Madrasah atau Pondok Pesantren, sekolah selain menerapkan kurikulum biasa kemudian ditambah kurikulum tahfidz juga," kata Ridwan.

Ia juga membeberkan alasan orangtua ingin anak ikuti program Tahfidz Alquran ini tentu demi kebaikan anaknya seperti :

Pertama, orangtua ingin anak belajar Alquran dalam upaya mengantisipasi situasi perkembangan seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dan penyimpangan pada anak remaja.

Makanya orangtua dan lembaga pendidikan khususnya agama ingin anak-anak disibukkan pada jam belajar dengan adanya aktivitas menghafal Alquran.

Satu Anggota Dewan Babel Positif Corona, Amri Cahyadi: Kami Mohon Juga Doa Masyarakat

Kedua, kedepannya anak-anak dituntut lebih lagi dari sisi keagamaan dalam menunjang pada pelajaran umum nantinya dengan adanya hafidz Alquran.

Ketiga, perguruan tinggi dan lembaga pemerintahan itu memprioritaskan penerimaan anak-anak itu bagi hafalan hafidz Alquran, itu ada programnya.

Diakuinya pula, sekolah-sekolah seperti Madrasah dan Pondok pesantren itu tentu sederajat dengan sekolah umum, namun lebih memperbanyak pelajaran agama.

"Kelebihannya di Madrasah dan Pesantren itu kurikulum pelajaran agama diperbanyak dari sekolah pada umumnya, di sana ada Alquran hadist, fiqih dan akidah akhlak. Namun tetap mempelajari pelajaran umum. Jadi ada nilai lebihnya," jelas Ridwan.

Serta pada pendidikan di pesantren yang biasa menetap atau menginap di pondok maka ada pelajaran tambahan lagi seperti extrakulikuler.

"Itu (tarif pendidikan dengan program Tahfidz Alquran-red) bukan naungan kami. Mahal atau tidaknya itu tergantung fasilitas seperti pelayanan makan dari segi makan, fasilitas tempat tidur dan fasilitas lainnya, itu yang mempengaruhi mahal tidaknya bila di pondok pesantren," tutur Ridwan.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved