Breaking News:

Bangka Barat Election

Tingkatkan Harga Karet, Markus Jajaki Pabrik Ban Bangun Pabrik di Bangka Barat

Calon Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus tengah menjajaki potensi investasi baru yang bergerak di bidang pembuatan ban kendaraan bermotor.

Editor: fitriadi
ist
Tingkatkan Harga Karet, Markus Jajaki Pabrik Ban Bangun Pabrik di Babar 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Calon Bupati Bangka Barat, Markus tengah menjajaki potensi investasi baru yang bergerak di bidang pembuatan ban kendaraan bermotor. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan harga karet yang saat ini tengah mengalami penurunan.

Adapun setiap kilogram karet yang dijual melalui pengepul saat ini hanya dihargai Rp 5.000 - Rp 7.000. Sedangkan idealnya harga karet per kilogram mencapai Rp 10.000.

Markus mengatakan, salah satu investor yang potensial membangun pabrik di Bangka Barat yakni perusahaan bahan baku ban kendaraan yang berasal dari Kota Bogor, Jawa Barat. Diperkirakan nilai investasi yang akan ditarik mencapai Rp 200 miliar.

"Investor ini sudah berminat, kebetulan yang punya orang Sungai Liat dan mereka meminta lahan 50 hektare untuk pembangunan pabrik," kata Markus Rabu (7/10/2020).

Menurut dia, pabrik karet tersebut telah mengadopsi teknologi pengelolaan limbah yang canggih. Sehingga limbah yang dihasilkan tidak merusak lingkungan dan mengganggu warga sekitar pabrik.

"Saya telah berkunjung ke pabrik itu dan tidak ada bau sama sekali. Padahal, biasanya pengolahan karet itu baunya menyengat," kata dia.

Lebih lanjut, Markus menjelaskan jika nantinya komitmen investasi itu telah diteken kedua belah pihak, maka penggunaan tenaga kerja akan diprioritas bagi penduduk lokal. Langkah ini merupakan cara konkret yang dilakukannya dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

"Sekarang ini untuk membangun daerah tidak bisa mengandalkan dana pemerintah pusat, makanya perlu investasi dan seluruh investasi yang masuk akan memperkerjakan orang-orang sekitar," ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Barat H Badri Syamsu menyambut baik adanya rencana tersebut. Sebab, selama ini ia banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat mengenai harga karet yang terus menurun.

Kondisi itu menyebabkan banyak petani yang merugi. Padahal, sektor perkebunan menjadi salah satu komoditas andalan yang menyerap banyak tenaga kerja.

"Kami akan terus mendukung proses negosiasinya agar investasi ini dapat segera direalisasikan. Dengan modal Rp 200 miliar ini kan bisa menyerap ribuan tenaga kerja," ujarnya.

Tak hanya itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini pun mendorong masyarakat untuk membentuk industri rumahan pengolahan karet. Upaya ini agar mendapatkan nilai tambah hasil panen petani.

"Karet hasil dari perkebunan kini bisa diolah berbagai produk rumah tangga dan kami akan mendorong adanya industri rumahan yang mengolah hasil karet sehingga memiliki nilai tambah," ujar Badri.

Sebagai informasi, pada Pilkada Kabupaten Bangka Barat tahun 2020 PDI Perjuangan mengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati Markus dan H. Badri Syamsu yang merupakan petahana. Mereka mendapatkan dukungan dari lima partai koalisi yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gelora Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved