Breaking News:

Digunakan Untuk Membubarkan Massa, Ini Cara Kerja dan Akibatnya Jika Terkena Gas Air Mata

Setiap kali berlangsung berbagai aksi, pencarian soal gas air mata selalu muncul. Gas air mata kerap digunakan untuk

tribunnews.com
Verney-Carron, pelontar gas air mata andalan Polri. 

BANGKAPOS.COM- Aksi unjuk rasa berlangsung di sejumlah daerah merespons pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja.

Setiap kali berlangsung berbagai aksi, pencarian soal gas air mata selalu muncul. Gas air mata kerap digunakan untuk membubarkan massa dalam aksi demonstrasi.

Apa yang perlu kita ketahui soal gas air mata?

Melansir Live Science, gas air mata mengacu pada sekelompok bahan pengiritasi kimiawi yang dapat digunakan untuk mengendalikan atau membubarkan orang banyak.

Bahan kimia yang digunakan menyebabkan iritasi pada selaput lendir dan mata, berkedut di sekitar mata, batuk, kesulitan bernapas, hingga iritasi kulit.

ilustrasi
ilustrasi (AFP)

Bahan-bahan dalam gas air mata diyakini dapat membuat iritasi jangka pendek, tak mungkin membunuh atau menyebabkan kerusakan permanen, terutama jika diberikan pada tingkat yang relatif rendah di ruang terbuka.

Tetapi, pada level tinggi di ruang tertutup, dapat mematikan.

Bagaimana cara kerja gas air mata?

Melansir The Conservation, bahan kimia gas air mata bereaksi dengan reseptor saraf sensorik yang dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan pada kulit, mata, dan selaput lendir.

Gas air mata bertindak hampir seketika, tapi iritasi yang ditimbulkan biasanya hilang dalam waktu sekitar 30 menit hingga beberapa jam.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved