Breaking News:

UU Cipta Kerja Menuai Protes, Menteri Ini Minta Semua Pihak Baca Isi Keseluruhan UU Cipta Kerja

Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak membaca terlebih dahulu keseluruhan isi aturan Omnibus Law Cipta Kerja.

Editor: fitriadi
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Selatan melakukan aksi demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di Depan DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jalan POM IX , Palembang, Rabu (7/10/2020). Mahasiswa ini menuntut DPR membatalkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja oleh DPR RI menuai reaksi dari sejumlah kalangan.

Aksi demo dan mogok kerja pun dilakukan sejumlah elemen di Indonesia untuk menolak pemberlakuan UU Cipta Kerja.

Menanggapi reaksi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada semua pihak yang menolak adanya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk membaca terlebih dahulu keseluruhan isi aturan tersebut.

"Tadi kita sudah lihat para menteri-menteri yang terkait dengan Menko Perekonomian memberikan penjelasan kepada publik. Jadi saran saya, biar semua tenang, karena kita cinta dengan negara kita ini, baca dulu baru berkomentar. Jadi, jangan nanti yang belum melihat semua tapi berkomentar," katanya dalam tayangan Satu Meja the Forum, Kompas TV, Rabu (7/10/2020).

DAFTAR 12 HOAX Soal Undang-undang Cipta Kerja, Pelajari Fakta Tentang Pesangon, UMK, Cuti dan PHK

Apakah UU Cipta Kerja Bisa Dibatalkan? Ternyata Masih Menunggu Tanda Tangan Presiden Jokowi

Keinginan Jokowi Terbitkan Omnibus Law Akhirnya Terwujud Melalui Pengesahan UU Cipta Kerja

Luhut pun membuka kesempatan untuk semua pihak yang ingin mengetahui dengan jelas terkait Omnibus Law.

"Kalau ada yang belum jelas, silakan datang. Kita jelasin, enggak ada masalah dan tunjukkan salahnya di mana. Datang ke saya juga boleh, datang ke Pak Airlangga (Menko Perekonomian) juga boleh. Kita terbuka kok," katanya.

Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan (TRIBUNNEWS.COM)

Terpenting, bagi dia adalah semangat untuk Indonesia. Dia tidak setuju, apabila perdebatan atau bertentangan dengan pemerintah hanya karena nafsu berkuasa.

"Spiritnya itu buat Indonesia, itu yang penting. Jadi jangan spirit itu karena saya ingin berkuasa atau karena pemerintah ingin diganggu, jangan begitu," ucapnya.

Nafsu berkuasa yang dimaksud Luhut adalah incaran kursi Presiden 2024 mendatang. Hal ini sempat disinggung karena gerakan massa kali ini ada kepentingan mengincar jabatan negara.

"Birahi-birahi kekuasaannya ditahan dulu deh. Ini kan Covid-19. Kalau Anda (oknum bertentangan dengan pemerintah) bikin begini, itu bukan hanya berdampak terhadap republik. Tetapi, kepada kamu, keluargamu, dan orang sekitarmu itu bisa kena. Iya kalau kena covid, bisa sembuh. Kalau kamu kena covid, lantas orang itu check out (meninggal)," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved