Breaking News:

Bangka Barat Election

Cegah Penularan Corona saat Pilkada, Markus-Badri Ajak Warga Terapkan Protokol Kesehatan

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus dan H Badri Syamsu mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan

ist
Cegah Penularan Corona saat Pilkada, Markus-Badri Ajak Warga Terapkan Protokol Kesehatan 

BANGKAPOS.COM - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus dan H Badri Syamsu mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat menghadiri kampanye mejelang Pemilihan Kepala Daerah.

Hal ini dilakukan guna mencegah potensi penularan pandemi virus corona.

Markus mengatakan, sebagai calon bupati pihaknya memastikan akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat blusukan ke rumah-rumah warga.

Proses kampanye juga akan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

"Kami mengajak kepada semua masyarakat untuk menciptakan Pilkada serentak 2020 yang sejuk, aman dan damai di tengah merebaknya wabah Covid-19 ini. Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dapat mencegah potensi penularan virus," kata Markus, Jumat (9/10/2020).

Menurut dia, beberapa protokol kesehatan yang wajib ditaati oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati saat kampanye seperti batasan maksimal peserta sebanyak 50 orang, wajib jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan sebelum kegiatan. Semua protokol tersebut telah dijalankan dengan baik.

"Dalam setiap kegiatan masyarakat juga perlu mengawasinya, jika lebih dari 50 orang harus berani mengingatkannya," kata dia.

Sementara itu, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Badri Syamsu mengimbau masyarakat tidak mempermainkan isu suku, agama dan ras atau Sara dalam Pilkada bulan Desember mendatang. Pasalnya, hal ini merupakan pelanggaran hukum yang berpotensi memecah belah umat.

Ia mengatakan, dalam demokrasi setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin tanpa memandang agama, ras dan status sosial. Seluruh masyarakat pun diminta memilih pemimpin yang telah terbukti memberikan perubahan.

"Pesta demokrasi ini merupakan ajang adu gagasan dari putra terbaik bangsa untuk meningkatkan taraf hidup, makanya jangan dinodai dengan isu-isu tak sedap yang bisa mengadu domba antar sesama," kata Badri.

Untuk menjaga kondusivitas di saat masa-masa kampanye, Badru meminta masyarakat agar tidak mudah percaya berita-berita yang belum diketahui sumbernya. Sebab, berita tersebut berpotensi mengandung unsur-unsur yang menjatuhkan lawan politik.

Jika menemukan berita yang melanggar aturan, semua orang diminta berani melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hal ini pun membutuhkan kesadaran semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jangan sampai ada berita bohong atau hoaks saat kampanye, ini menjadi tanggung jawab semua pihak," kata dia.

Sebagai informasi, pada Pilkada Kabupaten Bangka Barat tahun 2020 PDI Perjuangan mengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati Markus dan H. Badri Syamsu yang merupakan petahana. Mereka mendapatkan dukungan dari lima partai koalisi yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gelora Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (*)

Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved