Selasa, 5 Mei 2026

Mengenal Kerajaan dan Raja Pertama di Dunia, Diangggap Wakil Dewa

Kerajaan sering disebut monarki, karena dipimpin oleh satu orang yang mewarisi posisi pemimpin sebelumnya. Sebuah kerajaan

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
sciencealert.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM- Kerajaan merupakan sebuah wilayah yang diperintah oleh raja maupun ratu.

Kerajaan sering disebut monarki, karena dipimpin oleh satu orang yang mewarisi posisi pemimpin sebelumnya. Sebuah kerajaan bisa sangat besar, seperti Inggris Raya.

Selama abad ke-19, Britania Raya yang diperintah dari London, Inggris membentang hingga lima benua.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), raja atau ratu tunggal yang membuat semua keputusan untuk seluruh negara bagian.

Kerajaan biasanya dipecah menjadi wilayah yang lebih kecil, seperti negara atau provinsi.

Kerajaan paling awal di dunia berkembang ribuan tahun yang lalu, ketika para pemimpin mulai menguasai kota dan permukiman.

Penguasa kerajaan awal memberikan perlindungan kepada penduduk atau rakyat, sebagai imbalannya rakyat harus membayar pajak atau layanan kepada raja.

Dengan kekuatan memberikan perlindungan, maka kerajaan juga memiliki kekuatan untuk membuat dan menegakkan hukum. Kerajaan pertama Disadur dari National Geographic, kerajaan pertama didirikan sekitar 3000 Sebelum Masehi di Sumeria dan Mesir.

Sumer adalah kerajaan yang ada di antara Sungai Trigis dan Efrat di Irak. Orang Sumeria memiliki bahasa tertulis mereka sendiri dan melakukan proyek konstruksi pertama, seperti saluran irigasi dan kuil besar yang disebut Ziggurat.

Terdapat beberapa bukti bahwa Kerajaan Sumeria berdagang dan berperang dengan wilayah-wilayah tetangga.

Beberapa ribu tahun kemudian, kerajaan Teotihuacan berkembang di Amerika Utara. Kerajaan tersebut berpusat di Kota Teotihuacan di Meksiko.

Kerajaan tersebut memiliki lebih dari 100 ribu penduduk dan menjadi salah satu kerajaan kuno terbesar di dunia.

Kerajaan Mesir

Secara geografis, kerajaan adalah unit politik yangh besar karena terdiri dari banyak kelompok budaya yang berbeda.

Kerajaan Mesir Kuno merupakan kerajaan yang diperintah oleh seorang raja, disebut firaun.

Kerajaan Mesir mencapai puncaknya pada periode "Kerajaan Baru", di bawah kepemimpinan firaun Amenhtop III (1390-1352 Sebelum Masehi).

Mesir di Kerajaan Baru membentang dari Mesir, sepanjang pantai Mediterania hingga Turki di utara dan Eritrea di selatan.

Namun, ternyata banyak kerajaan yang tidak memiliki raja. Hal ini membuktikan bahwa karakteristik satu kerajaan akan berbeda dengan kerajaan yang lain.

Kerajaan Modern

Sampai saat ini masih ada beberapa kerajaan yang diperintah secara mutlak oleh seorang raja, di antaranya Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi, Raja Mswati III dari Swaziland, dan Raja Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam.

Semua kerajaan tersebut memiliki badan legislatif dan perangkat hukum, di mana raja tetap menjadi otoritas terakhir.

Sebagian besar lainnya saat ini adalah kerajaan konstitusional. Raja atau ratu bertindak sebagai kepala negara seremonial, dengan tanggung jawab publik.

Sepeti promosi pariwisata dan minat pada sejarah serta budaya bangsa. Namun, mereka tidak memiliki otoritas politik yang besar.

Di bawah monarki konstitusional, negara diatur oleh konstitusi atau undang-undang yang dijalankan oleh presiden atau perdana menteri yang dipilih rakyat.

Misalnya di Inggris, Ratu Elizabeth II adalah kepala negara resmi, tetapi bangsanya diatur oleh perdana menteri dan parlemen.

Kerajaan Thailand yang dulunya Kerajaan Siam adalah kerajaan modern. Kerajaan tersebut mengakhiri monarki absolut pada 1932 dan memilih demokrasi dengan pemimpin terpilih dan pengadilan hukum.

Kerajaan modern lainnya yang diperintah oleh monarki konstitusional termasuk Swedia, Belgia, Jepang, dan Maroko.

Raja Pertama di Dunia

Sebagian besar sejarah mengatakan bahwa raja (laki-laki) adalah yang dominan memerintah sebuah kerajaan dan menjadi simbol kekuatan peradaban.

Dari perpajakan hingga masalah agama dan peperangan, raja-raja memiliki keputusan akhir tentang segala hal penting.

Kebanyakan seorang raja berasal dari keturunan waris dari raja sebelumnya.

Sehingga sangat minim sekali, seorang raja berasal dari luar keturunan yang sudah ada.

Raja pertama Di lansir dari National Geographic, Raja Sargon dari Akkad mendirikan kerajaan pertama di dunia lebih dari 4000 tahun yang lali di Mesopotamia.

Sekaligus menjadi raja pertama di dunia. Menurut legenda, dirinya ditakdirkan untuk memerintah. Namanya memiliki arti raja sejati.

Sargon dari Akkad tidak diketahui pasti memulai pemerintahannya dari kapan, namun dia menjadi raja hingga 2279 Sebelum Masehi. Sargon mengambil keuntungan dari legitimasi untuk mendirikan kerajaan pertama di dunia di Mesopotamia.

Di Mesopotamia memiliki tanah yang subur di antara Sungai Tigris dan Efrat.

Sargon dan penerusnya mewariskan kepada dunia konsep kekuasaan yang melibatkan lebih dari sekedar keuatan militer.

Sargon tidak hanya memenangkan pertempuran dan menimbulkan rasa takut pada musuh.

Dirinya juga membuat rakyat tertib, memberikan keadilan, dan melayani sebagai wakil dewa duniawi yang ditakuti dan dihormati rakyat.

Masa lalu Sargon Dalam Encyclopaedia Britannica (2015), menurut legenda Sargon dari Akkad lahir secara rahasia dari seorang ibu pendeta yang membuatnya terapung di sungai.

Kemudian, dia ditemukan oleh pekerja biasa dan dibesarkan dalam kelaurga tersebut. Di masa mudanya, Sargon dikunjungi oleh Ishtar (desi kesuburan dan peperangan) yang mencintainya. Sebelum Sargon mengambil alih kekuasaan di Sumeria, di sana sedang ada persaingan dengan Kish (utara Akkad, dekat dengan Baghdad).

Saat itu Sargon bekerja sebagai juru minuman raja Kish yang akhirnya bisa dia gantikan. Kemudian Sargon memimpin pasukan melawan penguasa saingan, yaitu Lugalzagesi yang memimpin Sumeria.

Memerintah sebagai raja Sargon kemudian mengirim gubernur Akkadia untuk memerintah Sumeria dan merobohkan tembok pertahanan. Dia kemudian menjadikan Akkadia sebagai bahasa resmi di semua wilayah Mesopotamia.

Perdagangan yang berkembang pesat dengan India membawa mutiara, gading, dan harta karun lainnya ke Mesopotamia dengan imbalan barang-barang seperti wol dan minyak zaitun.

Logam mulia termasuk tembaga dan perak digunakan sebagai mata uang bagi para pedagang. Masyarakat belum membuat koin; sebaliknya, logam ditimbang dalam skala untuk menentukan nilainya. Sargon menggunakan pajak yang dia kumpulkan dari para pedagang untuk membayar tentaranya dan mendukung seniman dan penulis kerajaan, yang mengagungkan perbuatannya dalam patung dan prasasti.

Raja Sargon memerintah selama lebih dari setengah abad dan mendirikan sebuah dinasti yang kokoh melalui masa pemerintahan cucunya, Naram-Sin.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul"Kerajaan Pertama di Dunia",dan "Raja Pertama di Dunia: Raja Sargon dari Akkad",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved