Breaking News:

Sebut Ada Sponsor Demo Tolak UU Cipta Kerja, PP KAMMI Minta Airlangga Hartarto Buktikan Ucapan

Susanto menegaskan Airlangga harus segera mengklarifikasi dan bertanggungjawab soal pernyataannya sebelum dinilai menyebar hoax dan fitnah.

ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). 

BANGKAPOS.COM - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut adanya aktor intelektual Demo Tolak UU Cipta Kerja diminta membuktikan ucapannya.

Hal tersebut diminta Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI).

Sebelumnya, Airlangga Hartarto untuk menyebutkan ada dalang intelektual atau sponsor dibalik aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa.

Dia menyebut aksi itu ditunggangi dan dibiayai.

Pjs. Ketua Umum PP KAMMI Susanto Triyogo menilai Airlangga harus membuktikan ucapannya.

Agar publik dapat memperoleh informasi valid terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja yang banyak dipertentangkan masyarakat.

"Aksi demostrasi itu ada karena keresahan publik, apalagi jika kebijakan yang tak berpihak pada rakyat kecil. Airlangga wajib menyebut siapa dalang yang beliau maksud, karena jelas demonstrasi kemarin adalah murni dari publik," ujar Susanto, dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2020).

Jendlap BAR-BAR Demo Tolak UU Cipta Kerja Sari Labuna Dijadikan Tersangka, Apa Pasal yang Dikenakan?

DERETAN 7 Hoaks yang Dibantah Jokowi pada UU Cipta Kerja

Viral Wanita Simpanan Ancam Anggota DPR Hingga Ibu Berdaster Jemput Anak Demo Tolak UU Cipta Kerja

Susanto menegaskan Airlangga harus segera mengklarifikasi dan bertanggungjawab soal pernyataannya sebelum dinilai menyebar hoax dan fitnah, sehingga membuat gaduh masyarakat.

"Jika hoax maka patut disayangkan seorang menteri berbicara demikian, harusnya lebih jeli terhadap gelombang demonstrasi yang begitu besar yang mewakili suara rakyat," kata dia. 

Pihaknya menyarankan pemerintah dan DPR fokus untuk mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Halaman
12
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved