Sabtu, 25 April 2026

Berita Pangkalpinang

Babel Masuki Musim Pancaroba, Masyarakat Diimbau Waspada Tunda Berlibur ke Pantai

Indonesia termasuk Provinsi Kepuluan Bangka Belitung memasuki musim pancaroba, yakni peralihan kemarau ke penghujan.

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
WARTA KOTA/henry lopulalan
OJEK PAYUNG - Musim hujan dimanfaatkan sejumlah anak menawarkan jasa ojek payung kepada orang yang mau keluar dari halte MRT di Jalan MH Thamrin, Tanang Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2020). Anak-anak yang menawarkan jasa ojek payung mendapat rp 5 ribu rupiah sekali jalan. Warta Kota/henry lopulalan.-Warta Kota/henry 

BANGKAPOS.COM -- Indonesia termasuk Provinsi Kepuluan Bangka Belitung memasuki musim pancaroba, yakni peralihan kemarau ke penghujan.

Hujan petir, puting beliung, dan angin kencang diprediksi kerap mewarnai cuaca di Babel. BMKG Pangkalpinang mengingatkan tetap waspada terutama masyarakat yang tinggal di pesisir.

Pasalnya cuaca yang tidak menentu itu datang tiba-tiba dan sulit diprediksi. Musim pancaroba juga mengancam kesehatan, sehingga perlu menjaga ketahanan tubuh agar tak mudah terserang penyakit.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (Basarnas Babel) Fazzli menanggapi hal tersebut, daerah yang perlu mewaspadai terkait cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini.

"Wilayah Belitung Kecamatan Sijuk, Kelapa Kampit, Tanjungpandan dan meluas ke Kecamatan Selat Nasik, Badau, Simpang Renggiang, Membalong, Damar, Manggar, Dendang, Simpang Pesak, Gantung," ujar Fazzli, Senin (12/10/2020) kepada Bangkapos.com

Selanjutnya, Kata Fazzli, Wilayah Bangka Barat Muntok, Simpang Teritip, Jebus, Parit Tiga, Kelapa, Tempilang, Wilayah Bangka Belinyu, Riau Silip, Sungailiat, Merawang, Pemali, Bakam, Puding Besar, Mendobarat.

Sedangkan Wilayah Bangka Tengah Simpang Katis, Sungaiselan, Lubuk Besar, Koba, dan Wilayah Bangka Selatan Tukak Sadai, Toboali, Payung, Pulau Besar, Simpang Rimba, Air Gegas, Pulau Lepar dan Pongok.

"Kondisi ini diperkirakan dapat berlangsung hingga 13.00 WIB, wilayah tersebut harus diwaspadai karena kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini," ujarnya.

Sedangkan, kecepatan angin yang berhembus dari Timur ke Selatan, dengan kecepatan 4 hingga 33 KM/jam. Dengan tinggi gelombang 0.5 hingga 2 meter

"Untuk saat ini agar masyarakat menunda kegiatan liburan di pantai dikarenakan kemungkinan terjadi cuaca buruk di beberapa wilayah Bangka Belitung," imbaunya.

Fazzli mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan cuaca di wilayah yang akan dikunjungi dan mengutamakan keselamatan, pada saat wisata dan membawa alat keselamatan diri serta mengenali lokasi yang akan dikunjungi.

Ia juga menyarankan dengan kondisi pancaroba, masyarakat dapat melakukan beberapa hal tersebut, untuk menjaga kondisi tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan agar selalu fit dalam kondisi saat ini, selalu menjaga keseimbangan imun tubuh dengan minum yang cukup.

Konsumsi makanan bergizi dan perbanyak makan buah-buahan, dan penuhi asupan harian dan gizi pada tubuh, serta menjaga daya tahan tubuh.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved